|  Indonesia, WIB
Beranda Analisis Tingkat Kerentanan Tsunami di Pesisir Selatan Jawa Barat Dipetaka...
Analisis

Tingkat Kerentanan Tsunami di Pesisir Selatan Jawa Barat Dipetakan Ulang oleh BMKG dan ITB

Tingkat Kerentanan Tsunami di Pesisir Selatan Jawa Barat Dipetakan Ulang oleh BMKG dan ITB
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) merilis pemetaan ulang tingkat kerentanan tsunami untuk pesisir selatan Jawa Barat. Hasil kajian terbaru yang dipublikasikan 6 Juni 2026 menunjukkan perubahan zonasi dibandingkan peta tahun 2018, dengan perluasan zona risiko tinggi di beberapa segment. Kajian menggunakan pemodelan sumber gempa megathrust segmen Palabuhanratu-Pangandaran dengan skenario M8.7. Berdasarkan laporan teknis, tiga kabupaten dengan penambahan area dalam zona merah (risiko tinggi) adalah Kabupaten Sukabumi (Kecamatan Palabuhanratu), Kabupaten Cianjur (Kecamatan Sindangbarang), dan Kabupaten Garut (Kecamatan Pameungpeuk). Pemetaan ini mempertimbangkan data topografi baru, perubahan garis pantai, serta kepadatan permukiman. Tim peneliti dari ITB menyatakan waktu tiba tsunami diperkirakan 20 - 35 menit pasca gempa, lebih cepat dari perhitungan sebelumnya di beberapa lokasi. BMKG akan mengintegrasikan peta baru ini ke dalam sistem peringatan dini tsunami nasional dan mensosialisasikannya kepada BPBD provinsi dan kabupaten. Rekomendasi utama mencakup penataan ulang jalur dan lokasi evakuasi vertikal, serta peninjauan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) kabupaten terhadap kawasan pantai. Pemda diimbau untuk memperketat izin bangunan di zona expanded merah dan meningkatkan frekuensi gladi evakuasi masyarakat.
Berita Terkait