|  Indonesia, WIB
Beranda Analisis Kajian LIPI: Dinamika Kerawanan Pesisir di 18 Desa Pulau Kecil Nu...
Analisis

Kajian LIPI: Dinamika Kerawanan Pesisir di 18 Desa Pulau Kecil Nusa Tenggara Timur

Kajian LIPI: Dinamika Kerawanan Pesisir di 18 Desa Pulau Kecil Nusa Tenggara Timur

Kajian LIPI mengungkap kerawanan serius di 18 desa pesisir pulau kecil NTT, dengan 12 desa mengalami abrasi 2-5 meter/tahun dan 45% sumur tercemar air asin. Sebanyak 65% rumah tangga bergantung pada perikanan tangkap yang fluktuatif, memperparah kerentanan. LIPI merekomendasikan pembangunan infrastruktur berbasis ekosistem, diversifikasi ekonomi, dan sistem monitoring IoT, dengan data telah diserahkan untuk integrasi RPJMD.

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) telah merilis temuan kajian komprehensif mengenai dinamika kerawanan wilayah pesisir di 18 desa yang berlokasi di pulau kecil di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Kajian yang dilakukan selama periode 8 bulan, dari September 2025 hingga April 2026, ini memetakan ancaman multidimensi yang meliputi parameter fisik lingkungan dan sosial ekonomi. Hasil penelitian tersebut telah diserahkan kepada pemerintah daerah setempat untuk diintegrasikan ke dalam proses perencanaan pembangunan, khususnya Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Profil Kerawanan Fisik dan Lingkungan di Pesisir NTT

Kajian LIPI mengungkap kondisi kerawanan fisik yang mengkhawatirkan di sepanjang garis pantai. Dari 18 desa yang diteliti, sebanyak 12 desa di tiga kabupaten tercatat mengalami proses abrasi dengan intensitas signifikan. Wilayah-wilayah tersebut tersebar di Kabupaten Alor, Rote Ndao, dan Sumba Barat Daya. Laju abrasi yang tercatat berkisar antara 2 hingga 5 meter per tahun, mengindikasikan tekanan besar pada ekosistem dan aset wilayah. Selain itu, ancaman intrusi air laut telah mencapai level yang mengganggu ketahanan air bersih masyarakat. Data menunjukkan bahwa 45% sumur warga di lokasi kajian telah tercemar air asin dengan tingkat salinitas yang melebihi baku mutu yang ditetapkan, memperparah kerentanan dasar wilayah.

Analisis Kerentanan Sosial Ekonomi dan Rekomendasi Kebijakan

Di sisi sosial ekonomi, kajian ini mengidentifikasi struktur mata pencaharian yang sangat rentan terhadap guncangan. Sebanyak 65% rumah tangga di desa-desa pulau kecil tersebut masih bergantung penuh pada sektor perikanan tangkap, yang hasilnya bersifat fluktuatif dan dipengaruhi oleh faktor cuaca serta kelestarian sumber daya. Ketergantungan yang tinggi ini, ditambah dengan ancaman fisik abrasi dan intrusi, membentuk siklus kerawanan yang kompleks. Berdasarkan temuan tersebut, Tim Peneliti LIPI merumuskan sejumlah rekomendasi strategis untuk pemerintah daerah, yang dirinci sebagai berikut:

  • Pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur pesisir yang berbasis ekosistem dan ramah lingkungan.
  • Program percepatan diversifikasi mata pencaharian untuk mengurangi ketergantungan pada satu sektor.
  • Penerapan sistem pemantauan (monitoring) kerawanan wilayah berbasis sensor Internet of Things (IoT) untuk akurasi dan kecepatan respons.

Implementasi rekomendasi ini diharapkan dapat membangun ketahanan wilayah secara holistik. Data spasial detail mengenai peta kerawanan telah diserahkan secara resmi kepada pemerintah kabupaten terkait sebagai bahan pertimbangan teknis yang krusial. Integrasi data ilmiah ini ke dalam dokumen perencanaan seperti RPJMD merupakan langkah vital untuk memastikan pembangunan di kawasan pesisir dan pulau kecil NTT berjalan secara berkelanjutan dan adaptif terhadap ancaman yang ada.

Sebagai catatan strategis, pemerintah daerah di Kabupaten Alor, Rote Ndao, dan Sumba Barat Daya perlu melakukan koordinasi intensif untuk menerjemahkan temuan dan rekomendasi LIPI ini menjadi program aksi yang konkret dan terukur. Prioritas harus diletakkan pada program yang bersifat lintas sektor, melibatkan Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Pekerjaan Umum, serta Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat. Pembentukan forum koordinasi khusus untuk penanganan kerawanan pesisir pulau kecil dapat menjadi langkah awal yang efektif untuk menyinkronkan kebijakan dan anggaran di tingkat daerah.

Entitas dalam Berita
Organisasi: Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, LIPI
Lokasi: Nusa Tenggara Timur, Kabupaten Alor, Rote Ndao, Sumba Barat Daya
Berita Terkait