|  Indonesia, WIB
Beranda Regional Banjir Rendam Sejumlah Permukiman di Kabupaten Bima, NTB
Regional

Banjir Rendam Sejumlah Permukiman di Kabupaten Bima, NTB

Banjir Rendam Sejumlah Permukiman di Kabupaten Bima, NTB

Banjir akibat hujan intensif merendam permukiman di tiga kecamatan di Kabupaten Bima, NTB, dengan genangan 30-70 cm. Pemerintah daerah telah mengaktifkan tanggap darurat melibatkan BPBD, Dinas PUPR, dan relawan, dengan fokus pada evakuasi dan perbaikan infrastruktur. Kejadian ini menyoroti kebutuhan mendesak untuk penguatan sistem drainase dan peringatan dini guna meningkatkan ketahanan wilayah.

Intensitas hujan tinggi yang berlangsung sejak Rabu (18/6/2026) malam hingga Kamis (19/6/2026) pagi memicu kejadian banjir yang merendam sejumlah permukiman di Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima melaporkan genangan air dengan ketinggian 30 hingga 70 sentimeter telah berdampak pada beberapa wilayah kecamatan. Kejadian bencana hidrometeorologi ini menyebabkan terputusnya akses jalan serta menimbulkan kerusakan pada fasilitas publik dan permukiman warga. Pemerintah Daerah Kabupaten Bima telah mengaktifkan respon tanggap darurat untuk menangani situasi ini.

Pemetaan dan Dampak Kerawanan Wilayah di Tiga Kecamatan

Analisis dampak dari BPBD Kabupaten Bima mengidentifikasi kejadian banjir ini secara spesifik berdampak pada tiga wilayah administrasi. Pemetaan wilayah terdampak menunjukkan konsentrasi kerusakan di area yang memiliki kerentanan topografis dan infrastruktur. Ketiga kecamatan terdampak tersebut adalah:

  • Kecamatan Wawo
  • Kecamatan Langgudu
  • Kecamatan Lambitu

Luapan air dari saluran drainase dan anak-anak sungai tidak hanya merendam permukiman, tetapi juga menyebabkan kerusakan dan terputusnya beberapa ruas jalan poros. Kondisi ini berpotensi mengisolasi sejumlah area, menghambat distribusi logistik dan akses layanan darurat. Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi kondisi cuaca di wilayah NTB bagian ini masih berpotensi diikuti oleh hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, sehingga risiko bencana susulan perlu menjadi fokus kewaspadaan pemerintah daerah.

Struktur Respon dan Koordinasi Pemerintah Daerah Kabupaten Bima

Respon tanggap darurat telah dijalankan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Bima dengan melibatkan tim gabungan dari berbagai instansi, mencerminkan penerapan tata kelola penanggulangan bencana yang terkoordinasi. Pemerintah daerah telah mengaktifkan posko komando penanggulangan darurat bencana sebagai pusat koordinasi. Komposisi dan tugas tim tanggap darurat dapat dirinci sebagai berikut:

  • BPBD Kabupaten Bima: Memimpin dan mengkoordinasi seluruh operasi penanggulangan bencana, termasuk asesmen cepat dan manajemen posko.
  • Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR): Menangani gangguan infrastruktur, fokus pada perbaikan jalan yang terputus dan evaluasi sistem drainase yang menjadi penyebab luapan.
  • Relawan dan Unsur Masyarakat: Terlibat dalam upaya evakuasi warga terdampak serta pendistribusian bantuan logistik dan peralatan darurat di ketiga kecamatan.

Hingga saat laporan ini disusun, belum terdapat informasi mengenai korban jiwa. Namun, sejumlah kerusakan material dilaporkan, terutama pada rumah tinggal warga dan fasilitas publik di ketiga kecamatan terdampak, yang memerlukan pendataan lebih lanjut untuk keperluan rehabilitasi.

Dari perspektif analisis kerawanan wilayah, kejadian hidrometeorologi ini kembali menggarisbawahi kerentanan struktural beberapa kecamatan di Kabupaten Bima terhadap fenomena cuaca ekstrem. Dalam konteks tata kelola pemerintahan daerah, Pemerintah Kabupaten Bima perlu memperkuat pertimbangan frekuensi dan intensitas kejadian serupa dalam kerangka perencanaan tata ruang dan penganggaran daerah ke depan. Langkah strategis yang mendesak untuk dikembangkan mencakup penguatan kapasitas infrastruktur drainase berkelanjutan, peningkatan sistem peringatan dini berbasis komunitas di wilayah-wilayah rawan, serta integrasi peta risiko bencana ke dalam proses pembangunan. Penguatan ketahanan wilayah melalui pendekatan adaptif dan mitigatif ini menjadi kunci untuk meningkatkan kapasitas daerah dalam menghadapi ancaman bencana serupa di masa mendatang, sekaligus merefleksikan komitmen pemerintah daerah terhadap perlindungan masyarakat dan aset wilayah.

Entitas dalam Berita
Organisasi: BPBD Kabupaten Bima, Dinas PUPR, BMKG
Lokasi: Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, Kecamatan Wawo, Langgudu, Lambitu
Berita Terkait