|  Indonesia, WIB
Beranda Nasional Update Gunung Api: Status 3 Gunung di NTT dan Maluku Dinaikkan ke...
Nasional

Update Gunung Api: Status 3 Gunung di NTT dan Maluku Dinaikkan ke Level Waspada, Warga Diimbau Waspada

Update Gunung Api: Status 3 Gunung di NTT dan Maluku Dinaikkan ke Level Waspada, Warga Diimbau Waspada

PVMBG menaikkan status tiga gunung api di NTT dan Maluku menjadi Level II (Waspada), yakni Gunung Ili Lewotolok (Lembata), Gunung Sirung (Alor), dan Gunung Gamalama (Ternate), menyusul peningkatan aktivitas seismik dan vulkanik. Pemerintah daerah setempat telah diinstruksikan untuk menetapkan zona larangan dengan radius tertentu, mengaktifkan posko pengawasan, dan menyiapkan rencana evakuasi. Situasi ini menuntut kesiapsiagaan dan koordinasi mitigasi terpadu antar tingkat pemerintahan untuk menjaga keselamatan warga.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan peningkatan status tiga gunung api di wilayah timur Indonesia menjadi Level II (Waspada) per 3 Juni 2026 pukul 08.00 WIB. Keputusan ini, berdasarkan analisis intensif data seismik, deformasi tanah, dan emisi gas, menyasar wilayah administratif Kabupaten Lembata dan Alor di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Kota Ternate di Provinsi Maluku Utara. Peningkatan status tersebut merupakan respons atas perubahan aktivitas vulkanik yang terpantau dalam sepekan terakhir.

Pemetaan Wilayah Berstatus Waspada dan Indikator Aktivitas

Peningkatan status ke Level Waspada diterapkan pada tiga gunung api yang tersebar di dua provinsi, menandai zona kerawanan baru yang memerlukan perhatian khusus pemerintah daerah. Berikut rincian wilayah dan indikator kenaikan status berdasarkan laporan resmi PVMBG:

  • Gunung Ili Lewotolok: Terletak di Kabupaten Lembata, NTT. Pemantauan menunjukkan peningkatan frekuensi gempa vulkanik dangkal serta hembusan asap berwarna kelabu dengan intensitas sedang dari kawah utama.
  • Gunung Sirung: Berada di wilayah administratif Kabupaten Alor, NTT. Aktivitas vulkanik ditandai dengan eskalasi seismisitas dan emisi gas vulkanik yang terpantau meningkat signifikan.
  • Gunung Gamalama: Berlokasi di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara. PVMBG mencatat perubahan pola kegempaan dan visual hembusan asap yang mengindikasikan potensi gangguan pada sistem hidrotermal.

Analisis terpadu parameter pengamatan tersebut menjadi dasar ilmiah bagi PVMBG untuk merevisi tingkat aktivitas gunung api, sekaligus menegaskan pentingnya pemantauan berkelanjutan di zona rawan bencana.

Koordinasi Pemerintahan dan Langkah Mitigasi Teritorial

Sebagai bagian dari prosedur standar penanggulangan bencana, PVMBG telah mengirimkan surat resmi pemberitahuan kepada Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Provinsi Maluku Utara, serta pemerintah kabupaten dan kota terkait, dengan tembusan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Surat tersebut memuat arahan teknis dan rekomendasi mitigasi yang harus segera diimplementasikan. Untuk membatasi risiko terhadap keselamatan jiwa, ditetapkan zona berbahaya dengan radius yang berbeda untuk setiap gunung:

  • Gunung Ili Lewotolok: Radius 1.5 kilometer dari kawah.
  • Gunung Sirung: Radius 2 kilometer dari kawah.
  • Gunung Gamalama: Radius 1 kilometer dari kawah.

PVMBG secara tegas melarang masyarakat umum dan wisatawan untuk melakukan pendakian atau mendekati zona kawah dalam radius yang telah ditentukan. Arahan ini bersifat mengikat dan harus disosialisasikan secara masif oleh pemerintah daerah setempat.

Pemerintah daerah diimbau untuk segera mengaktifkan posko pengawasan gunung api 24 jam, memperkuat sistem komunikasi darurat, dan menyiapkan rencana kontinjensi evakuasi yang terperinci bagi penduduk yang bermukim dalam zona rawan bencana (KRB). Kesiapsiagaan ini mencakup peninjauan ulang jalur evakuasi, penyiapan lokasi hunian sementara (Huntara), serta penyediaan logistik darurat. Koordinasi antar satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di bidang kebencanaan, kesehatan, dan logistik menjadi kunci efektivitas respons.

Perubahan status ketiga gunung api di NTT dan Maluku ini menggarisbawahi dinamika kerawanan geologi di kawasan Indonesia timur. Pemerintah daerah terkait, yakni Kabupaten Lembata, Kabupaten Alor, dan Kota Ternate, diharapkan dapat mengintegrasikan informasi terbaru ini ke dalam perencanaan pembangunan wilayah dan sistem peringatan dini berbasis masyarakat. Langkah strategis seperti pemutakhiran data KRB pada Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan penguatan kapasitas BPBD setempat menjadi sangat krusial. Kejadian ini juga menekankan pentingnya sinergi berkelanjutan antara pemerintah pusat, daerah, dan instansi teknis seperti PVMBG dalam membangun ketangguhan wilayah menghadapi ancaman bencana geologis.

Entitas dalam Berita
Organisasi: Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, PVMBG, Badan Geologi, Kementerian ESDM, BNPB
Lokasi: Indonesia, Nusa Tenggara Timur, Kabupaten Lembata, Gunung Ili Lewotolok, Kabupaten Alor, Gunung Sirung, Maluku Utara, Kota Ternate, Gunung Gamalama
Berita Terkait