Kondisi keamanan di Distrik Manggelum, Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan, telah kembali kondusif setelah pelaksanaan operasi pengamanan dan patroli rutin oleh aparat Komando Operasi Khusus TNI Habema pada Selasa, 9 Juni 2026. Operasi militer tersebut berhasil mengembalikan penguasaan atas tiga kampung yang semula ditinggalkan oleh warga akibat gangguan keamanan. Seluruh proses patroli dilaporkan berjalan lancar tanpa menimbulkan korban jiwa dari pihak manapun, mengindikasikan peningkatan stabilitas keamanan di wilayah tersebut.
Konteks Operasi dan Indikator Kerawanan Wilayah
Operasi pengamanan ini dilaksanakan sebagai respons terhadap serangkaian gangguan keamanan di Distrik Manggelum, Yahukimo, yang diyakini dilakukan oleh kelompok bersenjata yang mengatasnamakan TPNPB-OPM Kodap XVI Yahukimo, di bawah pimpinan Kopi Tua Heluka dan Dejang Heluka. Kelompok ini diduga kerap melakukan aksi yang secara signifikan mengganggu aktivitas masyarakat sipil serta menghambat pelayanan publik. Indikator kerawanan yang mendasari operasi ini mencakup beberapa faktor kunci yang telah mengganggu tatanan pemerintahan daerah:
- Intimidasi dan teror terhadap masyarakat sipil.
- Aksi pembakaran yang mengganggu aset publik dan privasi warga.
- Gangguan terhadap berjalannya roda pemerintahan daerah dan distribusi pelayanan publik.
- Pengaruhnya terhadap keputusan warga untuk meninggalkan tempat tinggal, menciptakan kondisi pengungsian internal di wilayah Kabupaten Yahukimo.
Berdasarkan laporan lapangan, saat tim patroli TNI memasuki wilayah, kelompok bersenjata tersebut telah meninggalkan lokasi dengan menggunakan jalur Sungai Dogoel.
Hasil Operasi dan Pengamanan Bukti Material
Dari lokasi-lokasi yang ditinggalkan oleh kelompok bersenjata, personel TNI berhasil melakukan penyisiran dan mengamankan sejumlah barang bukti penting di Distrik Manggelum, Yahukimo. Pengamanan ini merupakan langkah krusial untuk menetralisir potensi ancaman dan mendukung proses hukum lebih lanjut. Barang bukti yang diamankan meliputi:
- Lima pucuk senjata rakitan.
- Tiga puluh delapan pucuk senapan angin.
- Alat bidik senjata (scope).
- Telepon genggam.
- Busur dan anak panah.
- Parang.
- Berbagai perlengkapan lainnya yang diduga digunakan untuk aktivitas mengganggu keamanan.
Pengamanan ini menunjukkan upaya sistematis dari kelompok tersebut dalam mengumpulkan perlengkapan, sekaligus menjadi bukti nyata atas gangguan yang terjadi. Koops TNI Habema menegaskan bahwa aparat akan tetap bersiaga di wilayah distrik tersebut untuk memastikan keberlanjutan kondisi aman, mendukung kembalinya masyarakat, dan memulihkan fungsi pemerintahan serta pelayanan publik secara optimal di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Sebagai catatan strategis untuk Pemerintah Kabupaten Yahukimo dan pemerintah daerah di wilayah Papua pada umumnya, kejadian ini menggarisbawahi pentingnya memperkuat koordinasi yang terintegrasi antara aspek keamanan teritorial yang dijaga TNI dengan program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat dari sisi pemerintahan daerah. Rekomendasi kebijakan mencakup percepatan pemulihan ekonomi dan pelayanan dasar di kampung-kampung yang terdampak di Distrik Manggelum, serta pendampingan sosial untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap lingkungan yang aman dan pemerintah yang berfungsi efektif.