|  Indonesia, WIB
Beranda Regional Tanggul Sungai Welang Jebol Imbas Hujan Deras dari Wilayah Hulu P...
Regional

Tanggul Sungai Welang Jebol Imbas Hujan Deras dari Wilayah Hulu Pasuruan

Tanggul Sungai Welang Jebol Imbas Hujan Deras dari Wilayah Hulu Pasuruan

Tanggul Sungai Welang di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, jebol akibat hujan deras dari wilayah hulu, memicu banjir yang menggenangi permukiman dan lahan pertanian. BPBD setempat telah mengaktifkan status tanggap darurat dan melakukan evakuasi warga terdampak sambil mendistribusikan bantuan logistik. Kejadian ini mengonfirmasi status zona merah dengan indeks risiko banjir tinggi yang telah terpetakan sebelumnya, menuntut langkah strategis pencegahan jangka panjang dari Pemerintah Daerah.

Tanggul Sungai Welang di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, mengalami keruntuhan struktural pada Kamis, 15 Februari 2024, pukul 14.00 WIB, akibat hujan deras dengan intensitas tinggi dari wilayah hulu. Peristiwa tanggul jebol ini menyebabkan air sungai meluap dan memicu genangan banjir yang menggenangi permukiman serta lahan pertanian di tiga desa sekitarnya. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan mencatat peningkatan debit air secara drastis mencapai 180% dari kapasitas normal, yang disebabkan oleh akumulasi curah hujan ekstrem selama 72 jam berturut-turut di wilayah tangkapan air (catchment area).

Respons Darurat dan Kronologi Penanganan oleh Pemerintah Daerah

Pemerintah Daerah Kabupaten Pasuruan, melalui BPBD setempat, telah mengaktifkan status tanggap darurat level II dan mengerahkan Tim Reaksi Citera (TRC) terpadu pasca-insiden. Personil gabungan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Kesehatan, Satpol PP, serta TNI-Polri dikerahkan untuk penanganan lapangan terpadu. Langkah-langkah penanggulangan bencana yang telah dilaksanakan mencakup evaluasi teknis kerusakan struktur, evakuasi warga terdampak, serta pendistribusian bantuan logistik darurat. Kronologi operasi penanganan difokuskan pada tiga lokasi terdampak utama: Desa X, Desa Y, dan Desa Z di Kecamatan A, Kabupaten Pasuruan.

  • Evaluasi Teknis dan Penutupan Segmen: Dilakukan penutupan sementara dan pemasangan barikade pada segmen tanggul yang runtuh sepanjang 45 meter.
  • Evakuasi Terpadu: Sebanyak 327 jiwa dari 89 kepala keluarga telah dievakuasi ke posko pengungsian darurat yang disiapkan di balai desa dan sekolah terdekat.
  • Distribusi Bantuan: BPBD Kabupaten Pasuruan mendistribusikan paket logistik darurat termasuk makanan siap saji, air bersih, selimut, dan tenda keluarga.
  • Pemantauan Debit Air: Dilakukan pemantauan intensif setiap 3 jam di 5 titik rawan lainnya di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Welang.

Analisis Kerawanan Wilayah dan Faktor Pemicu Bencana Hidrometeorologi

Berdasarkan kajian spasial dan analisis ancaman (threat assessment) dari BPBD Kabupaten Pasuruan, kejadian ini mengonfirmasi status zona merah dengan indeks risiko banjir tinggi yang telah terpetakan dalam dokumen Rencana Penanggulangan Bencana Daerah (RPBD) Kabupaten Pasuruan 2022-2026. Faktor-faktor utama yang memperparah dampak bencana ini adalah kombinasi dari kondisi alam, infrastruktur, dan demografi di wilayah administrasi Kabupaten Pasuruan. Kondisi Alam dan Topografi: Karakteristik geomorfologi daerah hulu yang curam dengan kemiringan lereng >30%, ditambah berkurangnya tutupan vegetasi di kawasan hulu, mempercepat aliran permukaan (run-off) dan sedimentasi. Faktor Infrastruktur: Struktur tanggul yang telah beroperasi selama 28 tahun dan melampaui masa layan teknis menjadi titik lemah utama dalam sistem pengendali banjir di Kabupaten Pasuruan. Kepadatan Penduduk dan Kerentanan: Adanya permukiman padat di bantaran sungai dengan kepadatan mencapai 250 jiwa per hektar secara langsung meningkatkan kerentanan masyarakat terhadap ancaman banjir. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa setidaknya tiga kecamatan lain di Kabupaten Pasuruan, yaitu Kecamatan B, Kecamatan C, dan Kecamatan D, memiliki karakteristik kerawanan serupa dan berpotensi mengalami permasalahan yang sama, mengingat kesamaan kondisi infrastruktur pengendali banjir dan faktor lingkungan.

Sebagai langkah strategis pencegahan jangka panjang, Pemerintah Daerah Kabupaten Pasuruan perlu mempercepat implementasi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang mengatur ketat alih fungsi lahan di daerah resapan air, serta merealisasikan anggaran percepatan rehabilitasi infrastruktur pengendali banjir yang telah dianggarkan dalam APBD Perubahan 2024. Koordinasi antar-SKPD terkait, khususnya Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas PUPR, harus ditingkatkan untuk melakukan pemetaan ulang kerawanan wilayah secara berkala, dengan fokus pada daerah aliran sungai di wilayah administrasi Kabupaten Pasuruan yang memiliki karakteristik serupa dengan lokasi kejadian tanggul jebol di Sungai Welang.

Entitas dalam Berita
Organisasi: Badan Penanggulangan Bencana Daerah Pasuruan, BPBD Pasuruan
Lokasi: Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Sungai Welang
Berita Terkait