Pasukan gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz 2026, yang berintegrasi dengan Polres Pegunungan Bintang dan Satgas Yonif 751/VJS, berhasil mengungkap dan mengamankan dua lokasi perkebunan ganja ilegal dalam rangkaian patroli taktis selama dua hari di wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua. Operasi yang melibatkan 29 personel tersebut menyasar kawasan rawan dan menghasilkan penyitaan 226 batang tanaman ganja serta pengamanan dua orang berstatus saksi. Temuan ini menjadi indikator penting adanya aktivitas peredaran dan budidaya narkotika di daerah perbatasan dan pegunungan yang membutuhkan penanganan terukur dari otoritas daerah.
Pemetaan Lokasi dan Kronologi Operasi Pengamanan Daerah
Patroli taktis yang dilakukan berfokus pada pemantauan situasi keamanan dan potensi kerawanan di wilayah administratif Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua. Kegiatan operasi gabungan ini secara spesifik menemukan ladang ganja di dua titik koordinat terpisah. Berikut adalah rincian lokasi dan hasil temuan berdasarkan laporan resmi dari Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo:
- Kampung Yunabol, Distrik Oksibil: Ditemukan dan disita sebanyak 81 batang tanaman ganja.
- Kampung Siminbuk, Distrik Serambakon: Ditemukan dan disita sebanyak 145 batang tanaman ganja.
Analisis Kerawanan dan Implikasi Terhadap Keamanan Wilayah
Penemuan dua titik budidaya ganja ilegal di Distrik Oksibil dan Serambakon, Kabupaten Pegunungan Bintang, menunjukkan pola distribusi aktivitas ilegal yang tersebar di kawasan pegunungan dengan karakteristik geografis yang menantang. Keberadaan narkotika jenis ganja di wilayah terpencil ini tidak hanya menjadi ancaman terhadap ketertiban umum, tetapi juga berpotensi mengganggu stabilitas sosial dan pembangunan di daerah. Pemerintah Daerah Kabupaten Pegunungan Bintang perlu menjadikan laporan ini sebagai basis data untuk memetakan lebih lanjut indikator kerawanan lainnya, seperti akses transportasi, dinamika sosial masyarakat setempat, dan kemungkinan jaringan distribusi yang lebih luas di wilayah Papua.
Operasi gabungan yang digelar merupakan bagian dari pendekatan keamanan proaktif Satgas Damai Cartenz 2026, yang tidak hanya bertujuan untuk penegakan hukum tetapi juga sebagai upaya deterrence (pencegahan) dan pengumpulan informasi intelijen lapangan. Keterlibatan unsur TNI (Yonif 751/VJS) dalam patroli taktis ini menguatkan aspek sinergi TNI-Polri dalam menjaga kedaulatan dan keamanan di daerah perbatasan dan pedalaman. Temuan ini mengonfirmasi bahwa ancaman narkoba tetap eksis dan memerlukan pengawasan berkelanjutan serta pendekatan yang lebih terintegrasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan aparat keamanan.
Pemerintah Daerah Kabupaten Pegunungan Bintang disarankan untuk segera melakukan koordinasi vertikal dan horizontal guna merumuskan strategi pencegahan yang lebih komprehensif. Rekomendasi strategis meliputi: intensifikasi patroli terpadu di lokasi-lokasi yang identik dengan kerawanan serupa, peningkatan program sosialisasi bahaya narkoba melalui pendekatan kearifan lokal, serta optimalisasi peran pemerintah distrik dan kampung dalam sistem peringatan dini dan pelaporan aktivitas mencurigakan. Temuan ladang ganja ini harus menjadi momentum untuk memperkuat governance keamanan di seluruh wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang guna mendukung stabilitas dan pembangunan berkelanjutan.