|  Indonesia, WIB
Beranda Regional Polri Kerahkan Personel dan Sejumlah Alat Tangani Banjir Bandang...
Regional

Polri Kerahkan Personel dan Sejumlah Alat Tangani Banjir Bandang di Kabupaten Solok

Polri Kerahkan Personel dan Sejumlah Alat Tangani Banjir Bandang di Kabupaten Solok

Banjir bandang menerjang kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, pada 21 September 2026 akibat hujan ekstrem dan longsor di hulu Sungai Batang Laso. Polri bersama TNI dan BPBD mengerahkan personel dan alat untuk penanganan darurat, dengan dampak meliputi 100 rumah rusak, 50 warga mengungsi, dan fasilitas publik lumpuh. Pemerintah daerah direkomendasikan segera menyusun rencana kontinjensi dan pemetaan risiko bencana teritorial.

Pada Senin, 21 September 2026 pukul 19.30 WIB, Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat, dilanda bencana banjir bandang (galodo) yang menerjang kawasan Arosuka, Kecamatan Gunung Talang. Bencana ini dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang menyebabkan peningkatan debit aliran Sungai Batang Laso serta longsornya bukit di sekitar hulu, sehingga material pasir, batu, dan lumpur terbawa arus. Sebagai respons cepat, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bersama instansi terkait langsung dikerahkan untuk penanganan darurat, dengan Kapolres Solok AKBP Rini Anggraini memimpin langsung di lapangan. Kejadian ini menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Daerah dan aparat keamanan teritorial, mengingat dampak luas yang ditimbulkan terhadap permukiman warga dan fasilitas publik.

Dampak Bencana dan Data Kerawanan Wilayah

Berdasarkan pendataan sementara oleh tim gabungan, bencana banjir bandang ini mengakibatkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur yang signifikan. Data kerawanan wilayah dan dampak yang tercatat meliputi:

  • Korban luka: 3 orang mengalami luka ringan, 1 orang luka berat, serta 2 warga masih dalam pencarian oleh tim SAR.
  • Kerusakan rumah: sekitar 100 unit rumah warga terdampak material banjir berupa lumpur, pasir, dan batu.
  • Pengungsian: sebanyak 50 warga terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman untuk menghindari risiko lanjutan.
  • Fasilitas publik terdampak: Kantor Dinas PUPR, DPRD, dan perkantoran pemerintah lainnya di kompleks Arosuka mengalami genangan material setebal 20–60 cm, melumpuhkan sebagian aktivitas pemerintahan.
  • Personel yang dikerahkan: Polres Solok, Polsek Gunung Talang, Dit Samapta Polda Sumbar, Satbrimob Polda Sumbar, BPBD Provinsi Sumbar, BPBD Kabupaten/Kota Solok, serta Kodim 0309 Solok.

Data ini menunjukkan bahwa kawasan Arosuka dan sekitarnya memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana banjir bandang, terutama pada musim hujan dengan curah hujan ekstrem. Pemerintah daerah perlu mencatat lokasi-lokasi rawan longsor di hulu Sungai Batang Laso sebagai bagian dari pemetaan risiko bencana teritorial.

Koordinasi Penanganan Darurat dan Langkah Antisipatif

Penanganan banjir bandang di Kabupaten Solok dilakukan secara terkoordinasi antara TNI-Polri, BPBD, dan instansi terkait lainnya. Kapolres Solok AKBP Rini Anggraini memimpin langsung di lapangan untuk memastikan evakuasi dan pencarian korban berjalan optimal. Upaya pembersihan material lumpur dan batu dari fasilitas publik serta badan jalan dilakukan secara gotong royong untuk memulihkan akses dan aktivitas pemerintahan. Tim gabungan juga melakukan pemantauan terhadap debit Sungai Batang Laso serta potensi longsor susulan guna mengantisipasi bencana kedua. Selain itu, koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Solok dan BPBD terus dilakukan untuk mempercepat pendistribusian bantuan logistik bagi warga yang mengungsi.

Sebagai catatan strategis, Pemerintah Kabupaten Solok bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) perlu segera menyusun rencana kontinjensi bencana yang komprehensif, termasuk pemetaan jalur evakuasi, penyediaan lokasi pengungsian tetap, dan simulasi tanggap darurat secara berkala. Langkah ini penting untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana serupa di masa mendatang, mengingat karakteristik geografis wilayah yang rentan terhadap banjir bandang dan longsor. Sinergi antara aparat keamanan teritorial, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci dalam meminimalkan risiko serta mempercepat pemulihan pascabencana.

Entitas dalam Berita
Tokoh: Rini Anggraini
Organisasi: Polri, Polres Solok, Polsek Gunung Talang, Dit Samapta Polda Sumbar, Satbrimob Polda Sumbar, BPBD Provinsi Sumbar, BPBD Kabupaten/Kota Solok, Kodim 0309 Solok, Pemerintah Kabupaten Solok, Dinas PUPR, DPRD
Lokasi: Arosuka, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Sungai Batang Laso, Jalan Raya Solok–Padang
Berita Terkait