|  Indonesia, WIB
Beranda › Nasional › Polisi Tangkap 2 Terduga Teroris di Kabupaten Poso, Sulteng
Nasional

Polisi Tangkap 2 Terduga Teroris di Kabupaten Poso, Sulteng

Polisi Tangkap 2 Terduga Teroris di Kabupaten Poso, Sulteng

Densus 88 Antiteror Polri menangkap dua terduga teroris di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, sebagai bagian dari operasi pengembangan dari Kota Palu. Penangkapan ini mengungkap barang bukti berupa senjata rakitan, bahan peledak, dan buku petunjuk bom yang mengindikasikan masih aktifnya jaringan radikalisme di wilayah tersebut. Pemerintah daerah disarankan untuk memperkuat program deradikalisasi dan integrasi keamanan dengan pembangunan sosial-ekonomi guna mencegah kebangkitan sel-sel terorisme.

Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri berhasil menangkap dua orang terduga teroris di Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah, pada Rabu malam. Operasi ini menandai langkah signifikan dalam upaya menjaga keamanan wilayah yang dikenal sebagai salah satu kantong radikalisme di Indonesia. Kedua tersangka berinisial AS (32) dan MR (28) diamankan tanpa perlawanan di dua lokasi terpisah, yaitu Kecamatan Pamona Utara dan Kecamatan Lore Utara. Penangkapan ini merupakan hasil pengembangan dari kegiatan sebelumnya di Kota Palu, memperkuat komitmen aparat dalam memberantas ancaman terorisme yang masih mengintai daerah rawan radikalisme tersebut.

Detail Operasi dan Barang Bukti yang Diamankan

Operasi kontra-terorisme ini berlangsung di wilayah yang secara administratif masuk dalam Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Poso memiliki sejarah panjang aktivitas kelompok ekstremis, seperti Mujahidin Indonesia Timur (MIT), yang masih bergerak secara tersembunyi pasca Operasi Tinombala berakhir pada tahun 2022. Berdasarkan laporan Kabag Penum Polri, kedua tersangka merupakan anggota aktif jaringan MIT. Barang bukti yang disita dari keduanya meliputi:

  • Senjata api rakitan, yang mengindikasikan upaya mempersenjatai diri untuk aksi kekerasan.
  • Bahan peledak siap pakai, meningkatkan kekhawatiran akan potensi serangan terorisme di wilayah tersebut.
  • Buku petunjuk pembuatan bom, menandakan adanya pelatihan atau persiapan aksi teror lanjutan oleh sel-sel radikal.

Kondisi keamanan di Kabupaten Poso sejak Operasi Tinombala berakhir memang relatif kondusif, namun penemuan barang bukti ini menegaskan bahwa ancaman radikalisme belum sepenuhnya hilang. Kapolres Poso mengonfirmasi bahwa penggerebekan tersebut merupakan langkah preventif untuk mengantisipasi kebangkitan sel-sel tidur yang masih ada di wilayah tersebut. Data ini menjadi peringatan bagi pemerintah daerah untuk terus memperkuat pemetaan kerawanan wilayah dan meningkatkan koordinasi dengan aparat keamanan.

Upaya Deradikalisasi dan Kolaborasi Pemerintah Daerah

Pemerintah daerah bersama aparat keamanan terus memperkuat program deradikalisasi melalui kemitraan dengan tokoh agama dan tokoh adat di Poso. Inisiatif ini bertujuan untuk meredam penyebaran radikalisme yang kerap memanfaatkan celah sosial dan ekonomi lokal. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan segera melaporkan setiap aktivitas mencurigakan kepada pihak berwenang sebagai bagian dari partisipasi aktif dalam menjaga stabilitas keamanan. Langkah kolaboratif ini diharapkan dapat memutus rantai rekrutmen teroris baru dan memperkuat ketahanan masyarakat terhadap paham ekstremis.

Catatan strategis: Pemerintah daerah perlu mengintegrasikan pendekatan keamanan dengan program pembangunan sosial-ekonomi di kawasan rawan radikalisme seperti Poso. Fokus pada peningkatan kesejahteraan warga, akses pendidikan moderat, dan pengawasan ketat terhadap jaringan radikal diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan stabil dalam jangka panjang. Sinergi antara aparat keamanan dan institusi daerah menjadi kunci dalam mempertahankan kondisi kondusif pasca Operasi Tinombala.

Entitas dalam Berita
Tokoh: AS, MR
Organisasi: Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri, Polri, Mujahidin Indonesia Timur
Lokasi: Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Pamona Utara, Lore Utara, Palu
Berita Terkait