Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) melaksanakan operasi pelokalisasian dan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengancam kawasan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum di Jalan Gubernur Syarkawi, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, pada Rabu malam, 23 September 2026. Kapolda Kalsel Irjen Rosyanto Yudha Hermawan menyatakan bahwa langkah ini merupakan respons cepat terhadap ancaman bencana karhutla yang berpotensi mengganggu keselamatan pasien dan aset vital milik pemerintah daerah. Operasi difokuskan pada pengurungan area api agar tidak menjalar ke fasilitas rumah sakit dan permukiman sekitar. Kejadian ini menegaskan urgensi mitigasi bencana karhutla di wilayah rawan gambut, khususnya di Kabupaten Banjar, Kalsel.
Operasi Pelokalisasian dan Pemadaman Karhutla di Kawasan RSJ Sambang Lihum
Dalam operasi pemadaman, Polda Kalsel mengerahkan personel gabungan yang dilengkapi peralatan khusus untuk menangani karhutla di lahan gambut. Petugas menggunakan cairan surfaktan Pyrox Presisi konsentrat pemadam kebakaran lahan gambut yang diproduksi oleh Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Polda Kalsel. Cairan ini diaplikasikan dengan metode suntik gambut untuk membasahi tanah hingga kedalaman dua meter, guna memastikan pemadaman yang efektif pada lapisan gambut yang rentan terbakar. Metode ini dinilai mampu menekan penyebaran bara api di bawah permukaan tanah, yang sering menjadi kendala utama dalam penanganan karhutla di wilayah rawa gambut. Berikut rincian data teknis dan indikator kerawanan yang teridentifikasi selama operasi:
- Lokasi operasi: Jalan Gubernur Syarkawi, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan.
- Instansi terkait: Polda Kalsel, jajaran Polres Banjar, dan unsur pemadam kebakaran daerah.
- Teknologi yang digunakan: Drone thermal untuk pemetaan titik api dan deteksi suhu bara tanah.
- Luas lahan terbakar: Sekitar 9 hektare berdasarkan pantauan drone thermal.
Dampak dan Rekomendasi Strategis bagi Pemerintah Daerah
Berdasarkan data lapangan, luas lahan yang terbakar mencapai sembilan hektare dengan titik api dominan berada di sekitar area rumah sakit jiwa. Kejadian ini mengindikasikan tingginya kerentanan wilayah tersebut terhadap kebakaran lahan gambut, terutama saat musim kemarau. Polda Kalsel terus melakukan pemantauan dengan drone thermal untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa, sekaligus mengidentifikasi potensi titik api baru. Langkah ini menjadi bagian dari strategi mitigasi bencana karhutla yang terintegrasi di tingkat provinsi.
Sebagai catatan strategis, Pemerintah Daerah Kabupaten Banjar bersama Polda Kalsel perlu memperkuat sistem peringatan dini dan patroli rutin di kawasan rawan karhutla, khususnya di sekitar fasilitas publik seperti RSJ Sambang Lihum. Kerja sama lintas sektor antara kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat sangat diperlukan untuk mengantisipasi meluasnya dampak bencana. Selain itu, penggunaan teknologi seperti drone thermal dan cairan Pyrox Presisi dapat diadopsi secara lebih luas dalam operasi pemadaman dan pencegahan karhutla di wilayah rawan gambut di Kabupaten Banjar dan Provinsi Kalimantan Selatan pada umumnya.