|  Indonesia, WIB
Beranda Regional Pemetaan Rawan Bencana Longsor di 15 Kecamatan Kabupaten Garut, J...
Regional

Pemetaan Rawan Bencana Longsor di 15 Kecamatan Kabupaten Garut, Jawa Barat Dilaporkan ke BNPB

Pemetaan Rawan Bencana Longsor di 15 Kecamatan Kabupaten Garut, Jawa Barat Dilaporkan ke BNPB

BPBD Kabupaten Garut telah menyelesaikan pemetaan kerawanan longsor di 15 kecamatan, dengan lima di antaranya berstatus zona merah. Hasil pemetaan yang dilaporkan ke BNPB mengidentifikasi 47 titik rawan yang mengancam ribuan rumah dan jalur transportasi, serta akan menjadi dasar revisi rencana kontinjensi dan program mitigasi tahun 2027.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Jawa Barat, telah merampungkan pemetaan kerawanan bencana tanah longsor di 15 wilayah kecamatan dan secara resmi melaporkan hasilnya kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada 30 April 2026. Proses pemetaan yang bersifat komprehensif ini bertujuan untuk mengidentifikasi area dengan kerentanan tinggi sebagai landasan perencanaan mitigasi dan kesiapsiagaan di wilayah administratif Garut.

Data Spasial dan Titik Rawan di Lima Kecamatan Prioritas

Berdasarkan laporan teknis BPBD Kabupaten Garut, analisis kerawanan dilakukan dengan mempertimbangkan tiga indikator utama, yaitu kemiringan lereng (slope), intensitas curah hujan, dan kondisi tutupan vegetasi. Hasil analisis tersebut menetapkan lima kecamatan masuk dalam kategori zona merah atau risiko tinggi. Kelima kecamatan tersebut adalah:

  • Kecamatan Cikajang
  • Kecamatan Bayongbong
  • Kecamatan Pasirwangi
  • Kecamatan Cisurupan
  • Kecamatan Samarang

Secara keseluruhan, pemetaan ini berhasil mengidentifikasi sebanyak 47 titik rawan longsor. Titik-titik ini memiliki potensi ancaman langsung terhadap 2.185 unit rumah penduduk serta beberapa ruas jalur transportasi yang berfungsi sebagai penghubung regional. Identifikasi ini menjadi data kritis untuk menilai dampak sosial dan infrastruktur dari potensi bencana.

Metodologi Pemetaan dan Kerangka Kerja Kolaboratif

Proses pemetaan dilaksanakan melalui metode survei lapangan secara intensif selama periode tiga bulan, dari Januari hingga Maret 2026. Kegiatan ini melibatkan tim gabungan yang terdiri dari unsur pemerintah daerah dan akademisi, mencerminkan pendekatan kolaboratif dalam pengelolaan risiko bencana. Susunan tim pemetaan adalah sebagai berikut:

  • Personel teknis dari BPBD Kabupaten Garut sebagai penanggung jawab utama.
  • Ahli dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Garut untuk analisis infrastruktur dan tanah.
  • Dosen serta peneliti dari Universitas Garut yang menyumbang keahlian dalam analisis geospasial dan lingkungan.

Keterlibatan akademisi dalam proses ini dimaksudkan untuk menguatkan validitas data ilmiah dan menerapkan metodologi terkini dalam pemodelan kerawanan, sehingga output yang dihasilkan dapat dipertanggungjawabkan secara teknis.

Hasil akhir dari kegiatan pemetaan ini memiliki nilai strategis ganda bagi Pemerintah Kabupaten Garut. Pertama, dokumen hasil pemetaan akan menjadi acuan utama dalam proses revisi Rencana Kontinjensi Bencana Tanah Longsor tingkat kabupaten. Kedua, data tersebut akan menjadi dasar penentuan prioritas alokasi anggaran dan pelaksanaan program mitigasi berbasis engineering, seperti pembuatan bronjong, penataan drainase, atau penanaman vegetasi penahan erosi, yang diagendakan untuk tahun anggaran 2027.

Sebagai catatan strategis, Pemerintah Daerah Kabupaten Garut perlu segera mengintegrasikan peta kerawanan ini ke dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah, seperti Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Selain itu, sosialisasi hasil pemetaan kepada pemerintah desa dan masyarakat di 47 titik rawan menjadi langkah kritis berikutnya untuk meningkatkan kesiapsiagaan komunitas dan mencegah korban jiwa apabila bencana longsor terjadi.

Entitas dalam Berita
Organisasi: Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Garut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Dinas PUPR, Universitas Garut
Lokasi: Kabupaten Garut, Jawa Barat, Cikajang, Bayongbong, Pasirwangi, Cisurupan, Samarang
Berita Terkait