Pemerintah Kota Ambon, Provinsi Maluku, telah secara resmi menginisiasi program strategis penguatan sistem pemetaan kerawanan gempa bumi secara menyeluruh di seluruh wilayah administrasinya. Inisiatif ini dipimpin langsung oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Ambon sebagai respons proaktif terhadap analisis data seismik terkini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang mengindikasikan tren peningkatan aktivitas gempa berskala kecil di kawasan Laut Banda.
Landasan Regulasi dan Fokus Pemetaan Teritorial
Program penguatan sistem pemetaan kerawanan ini berlandaskan pada Peraturan Daerah tentang Penanggulangan Bencana serta arahan dari Pemerintah Provinsi Maluku. Langkah operasional difokuskan pada pelaksanaan survei lapangan dan pemutakhiran data di lima kecamatan yang diklasifikasikan sebagai wilayah berisiko tinggi berdasarkan parameter kerawanan kompleks yang mencakup aspek geologis dan demografis.
- Kecamatan Sirimau: Wilayah padat penduduk dengan topografi bervariasi.
- Kecamatan Nusaniwe: Kawasan pesisir dengan kerentanan tinggi terhadap amplifikasi gelombang gempa.
- Kecamatan Teluk Ambon: Area dengan riwayat pergerakan tanah dan konsentrasi aktivitas ekonomi yang padat.
- Kecamatan Baguala: Wilayah dengan struktur tanah lunak berpotensi likuefaksi.
- Kecamatan Leitimur Selatan: Daerah dengan kontur perbukitan rawan longsor terinduksi getaran seismik.
Pemetaan mendalam ditujukan untuk menghasilkan basis data spasial yang akurat dan terintegrasi, mencakup zonasi mikro kerawanan gempa, karakteristik tanah, serta kepadatan infrastruktur publik dan privat.
Asesmen Infrastruktur Kritis dan Integrasi Data Historis
Selain pemetaan makro wilayah, program ini secara khusus menargetkan identifikasi dan asesmen mendalam terhadap bangunan serta infrastruktur kritis di zona merah pergerakan lempeng tektonik. Aset strategis meliputi fasilitas pendidikan, pelayanan kesehatan, pusat pemerintahan, serta jaringan utilitas publik seperti air bersih dan listrik. Tujuan utama adalah menilai tingkat ketahanan struktur dan menyusun skala prioritas untuk program mitigasi struktural.
Proses asesmen akan mengintegrasikan data historis kegempaan di Ambon dan sekitarnya dengan proyeksi risiko dari ahli geologi lokal, yang telah memperingatkan potensi kejadian gempa besar akibat akumulasi energi di segmen subduksi. Integrasi data ini dimaksudkan untuk menciptakan sistem peringatan dini berbasis wilayah dan peta evakuasi yang dinamis. DPUTR Kota Ambon akan berkoordinasi intensif dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat untuk menyelaraskan hasil pemetaan dengan rencana kontinjensi daerah.
Program penguatan sistem pemetaan kerawanan gempa di Kota Ambon ini merupakan langkah fundamental dalam membangun ketahanan wilayah. Rekomendasi strategis untuk pemerintah daerah adalah agar hasil pemetaan ini tidak hanya menjadi basis data, tetapi juga secara operasional diintegrasikan ke dalam perencanaan tata ruang, standar pembangunan infrastruktur baru, dan program sosialisasi kesiapsiagaan masyarakat secara berkelanjutan.