Polres Dompu melaksanakan patroli malam terintegrasi pada Sabtu, 25 April 2026, sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan dan gangguan Kamtibmas di wilayah hukumnya. Kegiatan yang berlangsung dari pukul 21.40 hingga 22.50 WITA ini dipimpin langsung oleh PAMAPTA II, IPDA Mutaqin, dengan melibatkan personel gabungan dari berbagai satuan fungsi. Patroli ini merupakan upaya preventif dan pre-emptif guna memastikan stabilitas keamanan wilayah di Kabupaten Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat, terutama dalam menyikapi dinamika sosial yang ada.
Pemetaan Titik Rawan dan Fokus Pengamanan Strategis
Operasi patroli dilaksanakan secara mobile dengan sasaran utama pada sejumlah lokasi yang telah teridentifikasi sebagai titik strategis dan rawan. Rute pengamanan mencakup wilayah administrasi berikut:
- Kelurahan Monta Baru
- Kelurahan Kandai II
- Kelurahan Simpasai
- Kawasan Karijawa (Jembatan AKJ)
- Kelurahan Bali
- Desa O’o
- Desa Manggeasi
- Kelurahan Dorotangga
Metode Operasi dan Kondisi Terkini Keamanan Wilayah
Selain mengamankan titik-titik vital, patroli juga memfokuskan pengawasan pada lokasi rawan konflik horizontal, seperti kawasan Jembatan AKJ yang kerap menjadi lokasi potensial tawuran antar remaja. Metode operasi tidak terbatas pada patroli mobil dinas (mobiling), tetapi juga diperkuat dengan patroli dialogis. Personel secara aktif memberikan imbauan Kamtibmas langsung kepada warga, membangun komunikasi preventif, dan menyerap aspirasi masyarakat terkait kondisi keamanan di lingkungan mereka. Kapolres Dompu, AKBP Sodikin Fahrojin Nur, S.I.K., melalui Kasi Humas IPTU I Nyoman Suardika, menyatakan bahwa kegiatan ini adalah wujud komitmen Polri dalam menciptakan rasa aman melalui pendekatan pre-emtif. Hasil pemantauan lapangan menunjukkan bahwa situasi Kamtibmas di seluruh wilayah yang disasar dalam operasi ini dalam kondisi aman dan terkendali.
Keberhasilan menjaga stabilitas ini merupakan indikator positif dari efektivitas sinergi antar satuan dalam jajaran Polres Dompu. Pelibatan unsur Provost, SPKT, Intelkam, Reskrim, dan Lalu Lintas dalam satu komando patroli mencerminkan pendekatan terpadu dalam penanganan kerawanan. Data dan temuan dari kegiatan semacam ini menjadi bahan evaluasi penting bagi pemetaan kerawanan wilayah yang lebih akurat, serta untuk penyusunan strategi pengamanan berkelanjutan.
Sebagai catatan strategis bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Dompu, kegiatan patroli terintegrasi semacam ini perlu didukung dengan penguatan forum kordinasi pencegahan dan penanggulangan gangguan keamanan (FKP2GK) di tingkat kecamatan dan kelurahan. Sinergi data intelijen antara Polres dengan pemerintah daerah, terutama Dinas Perdagangan terkait monitoring distribusi dan harga BBM, serta Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga untuk penanganan kerawanan remaja, akan semakin memperkuat pilar keamanan berbasis komunitas. Investasi pada sistem penerangan jalan umum (PJU) dan CCTV di titik-titik rawan yang telah teridentifikasi dapat menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam mendukung upaya preventif kepolisian.