|  Indonesia, WIB
Beranda Regional Longsor di Lereng Gunung Rinjani, NTB, Tutup Akses Wisata dan Per...
Regional

Longsor di Lereng Gunung Rinjani, NTB, Tutup Akses Wisata dan Perketat Pemantauan Zona Rawan

Longsor di Lereng Gunung Rinjani, NTB, Tutup Akses Wisata dan Perketat Pemantauan Zona Rawan

Pemerintah daerah NTB menutup sementara akses pendakian Gunung Rinjani menyusul peristiwa longsor di jalur Sembalun, Lombok Timur, yang dipicu curah hujan tinggi. Tim gabungan instansi terkait sedang melakukan pemetaan ulang zona kerawanan untuk menyusun strategi mitigasi dan regulasi keamanan jangka menengah guna mendukung perencanaan tata ruang yang lebih tangguh.

Pemerintah Kabupaten Lombok Timur dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menetapkan langkah tanggap darurat menyusul peristiwa bencana tanah longsor di jalur pendakian Sembalun, Gunung Rinjani. Kejadian yang tercatat pada Kamis, 7 Mei 2026, pukul 15.30 WITA tersebut mendorong respons terkoordinasi antar-instansi untuk menutup akses sementara dan memperketat pemantauan di zona yang terdampak. Berdasarkan laporan awal, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun material longsoran telah menutup sebagian jalur pendakian di ketinggian sekitar 2.200 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Sebagai respons administratif, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) telah menetapkan penutupan total akses pendakian menuju puncak Rinjani. Keputusan ini didukung oleh langkah-langkah mitigatif dari Pemkab Lombok Timur melalui surat edaran Bupati. Langkah-langkah strategis tersebut mencakup:

  • Peninjauan ulang dan verifikasi izin operasional seluruh porter dan pemandu (guide) yang beraktivitas di kawasan TNGR.
  • Koordinasi dengan Balai TNGR untuk menetapkan masa penutupan minimal tujuh hari kalender guna memastikan stabilitas lereng dan penilaian keamanan jalur.
  • Penyiapan skenario pendataan awal bagi pelaku usaha wisata terdampak, termasuk penyediaan akomodasi dan jasa logistik.

Koordinasi Instansi dan Pemetaan Faktor Pemicu

Tim gabungan dari Balai TNGR, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan assemen dampak. Hasil investigasi lapangan mengidentifikasi pemicu utama kejadian longsor ini sebagai akumulasi curah hujan tinggi yang berlangsung selama tiga hari berturut-turut di kawasan lereng. Data klimatologi dari stasiun pengamatan Taman Nasional mengkonfirmasi indikator cuaca ekstrem sebagai faktor kunci. Respons ini menegaskan pentingnya integrasi data cuaca real-time dalam sistem peringatan dini bencana geologi di wilayah-wilayah prioritas.

Pemetaan Ulang Zona Kerawanan dan Strategi Mitigasi Jangka Menengah

Fokus utama operasi tim gabungan saat ini adalah melakukan pemetaan ulang zona kerawanan gerakan tanah di sepanjang lereng Sembalun, Gunung Rinjani. Asesmen komprehensif ini mencakup pengukuran tingkat kelembaban tanah, kemiringan lereng, dan identifikasi retakan baru pascakejadian. Pemantauan intensif oleh PVMBG diharapkan menghasilkan peta zona bahaya terbaru yang akan menjadi dasar regulasi teknis dan pengambilan keputusan strategis oleh pemerintah daerah. Peta pemutakhiran ini akan digunakan untuk:

  • Penetapan jalur pendakian alternatif yang lebih aman berdasarkan klasifikasi kerawanan terkini.
  • Penentuan lokasi pos evakuasi darurat dan titik kumpul (assembly point) yang strategis.
  • Penyusunan prosedur operasi standar (POS) pendakian yang lebih ketat, termasuk integrasi sistem peringatan dini berbasis cuaca.

Dengan tersedianya data pemetaan yang diperbarui, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur dan Pemerintah Provinsi NTB diharapkan dapat mengintegrasikan informasi kerawanan ini secara efektif ke dalam dokumen perencanaan tata ruang wilayah (RTRW) dan rencana kontinjensi daerah (RPB). Integrasi ini penting untuk membangun ketahanan wilayah dan memitigasi dampak serupa di masa depan, sekaligus mengelola potensi gangguan terhadap ekonomi lokal yang sangat bergantung pada sektor wisata alam dan pendakian. Kejadian ini menggarisbawahi imperatif untuk memperkuat kapasitas pemantauan berbasis teknologi serta sinergi data lintas instansi dalam pengelolaan akses dan keselamatan di kawasan rawan bencana.

Entitas dalam Berita
Organisasi: Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)
Lokasi: Gunung Rinjani, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Sembalun
Berita Terkait