|  Indonesia, WIB
Beranda Nasional Ledakan Bom Ikan di Poso Diduga Terkait Jaringan Teror, Satu Warg...
Nasional

Ledakan Bom Ikan di Poso Diduga Terkait Jaringan Teror, Satu Warga Tewas

Ledakan Bom Ikan di Poso Diduga Terkait Jaringan Teror, Satu Warga Tewas

Ledakan bom ikan di Dusun Lembah Kemuning, Desa Tokorondo, Kabupaten Poso pada 14 Februari 2025 mengakibatkan satu warga tewas dan dua luka-luka, serta diduga terkait jaringan terorisme. Temuan residu TNT dan komponen detonator di lokasi memperkuat indikasi kerawanan tinggi di wilayah tersebut. Pemerintah daerah bersama TNI-Polri meningkatkan patroli dan koordinasi dengan Densus 88 untuk mengantisipasi penyebaran aksi teror.

Ledakan keras mengguncang kawasan pemukiman di Dusun Lembah Kemuning, Desa Tokorondo, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, pada Jumat, 14 Februari 2025, pukul 02.30 WITA. Peristiwa tersebut mengakibatkan satu warga sipil tewas dan dua lainnya luka-luka. Polres Poso yang tiba di lokasi kejadian menduga ledakan berasal dari bom ikan yang dimodifikasi, namun temuan residu bahan peledak militer jenis TNT serta komponen detonator dan kabel pemicu jarak jauh memperkuat dugaan keterkaitan insiden ini dengan jaringan terorisme yang masih aktif di wilayah tersebut. Tim Densus 88 Antiteror telah diterjunkan untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut, sementara Tim Gegana dan Identifikasi Polres Poso melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) secara intensif.

Kronologi dan Temuan Bahan Peledak Militer di Lokasi

Korban tewas diketahui bernama Suryanto (34), seorang nelayan setempat, sedangkan dua korban luka berinisial AR (28) dan MZ (41) telah dilarikan ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Hasil pemeriksaan awal laboratorium forensik menunjukkan adanya residu TNT, yaitu bahan peledak berkekuatan tinggi yang umum digunakan dalam keperluan militer. Temuan ini mengindikasikan bahwa bom ikan tradisional telah dimodifikasi dengan muatan peledak yang lebih dahsyat, guna menimbulkan dampak maksimal di area permukiman padat penduduk. Barang bukti yang diamankan di TKP meliputi:

  • Pecahan pipa paralon dan serpihan logam yang diduga merupakan bagian dari rangkaian bom.
  • Kabel dan detonator yang digunakan sebagai pemicu jarak jauh.
  • Residu TNT yang terdeteksi pada sampel tanah dan material di sekitar titik ledakan.

Lokasi kejadian tepat berada di tepi Danau Poso, sebuah kawasan yang dalam beberapa tahun terakhir relatif kondusif, namun memiliki riwayat sebagai bekas basis gerakan terorisme. Data dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menempatkan Kabupaten Poso dalam kategori indikator kerawanan tinggi terkait sisa jaringan teroris yang belum sepenuhnya tuntas. Hal ini menjadikan peristiwa ledakan ini sebagai sinyal peringatan bagi aparat keamanan dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kerawanan di wilayah tersebut.

Potensi Kerawanan di Poso dan Respons Pemerintah Daerah

Menanggapi kejadian tersebut, Bupati Poso, Dr. Andi Rahmat, mengeluarkan imbauan resmi kepada seluruh warga untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi. Beliau juga meminta masyarakat untuk segera melaporkan setiap aktivitas mencurigakan kepada pihak berwenang. Pemerintah Kabupaten Poso bersama TNI-Polri telah meningkatkan patroli di sekitar Danau Poso dan kawasan pegunungan yang selama ini menjadi jalur pergerakan kelompok radikal. Langkah-langkah strategis yang diterapkan antara lain:

  • Peningkatan frekuensi patroli gabungan di titik-titik rawan, khususnya di daerah perbatasan desa dan akses menuju kawasan hutan.
  • Penguatan pos keamanan dan pemeriksaan kendaraan di jalur utama menuju Danau Poso.
  • Koordinasi intensif dengan Densus 88 Antiteror untuk melakukan pemetaan jaringan pelaku dan pengungkapan kasus secara menyeluruh.

Catatan strategis bagi pemerintah daerah: Peristiwa ledakan bom ikan di Poso ini menegaskan perlunya penguatan program deradikalisasi berbasis komunitas serta peningkatan sistem deteksi dini terhadap penyalahgunaan bahan peledak, baik untuk kepentingan perikanan ilegal maupun aksi terorisme. Pemerintah Kabupaten Poso disarankan untuk menggandeng BNPT dan Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan dalam menyusun rencana aksi penanggulangan terorisme yang terintegrasi dengan pembangunan kesejahteraan masyarakat di wilayah rawan.

Entitas dalam Berita
Organisasi: Polres Poso, Densus 88 Antiteror, TNI-Polri, Pemerintah Daerah
Lokasi: Danau Poso, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Poso
Berita Terkait