|  Indonesia, WIB
Beranda › Regional › Karhutla di Bukit Setampol Taman Nasional Gunung Rinjani Mencapai...
Regional

Karhutla di Bukit Setampol Taman Nasional Gunung Rinjani Mencapai 127 Hektare

Karhutla di Bukit Setampol Taman Nasional Gunung Rinjani Mencapai 127 Hektare

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda Bukit Setampol, Resor Torean, TNGR, Kabupaten Lombok Utara, dengan luas terbakar 127 hektare. Tim gabungan dari BPBD, TNGR, TNI, Polri, Manggala Agni, dan MPA terus melakukan pemadaman meski terkendala medan berat. Pemerintah daerah direkomendasikan untuk memperkuat sistem peringatan dini dan patroli rutin di zona penyangga TNGR.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda kawasan konservasi di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Peristiwa ini terjadi di Bukit Setampol, Resor Torean, yang termasuk dalam wilayah Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Kabupaten Lombok Utara. Berdasarkan data yang dihimpun dari instansi terkait, luasan lahan yang terbakar mencapai 127 hektare, dengan dominasi vegetasi rumput ilalang. Kebakaran pertama kali terdeteksi pada Selasa (22/9) sekitar pukul 18.50 Wita, dan hingga saat ini upaya pemadaman masih terus dilakukan. Kejadian ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah dan pengelola kawasan konservasi mengingat TNGR merupakan salah satu destinasi wisata unggulan dan kawasan penyangga ekosistem di Lombok Utara.

Upaya Pemadaman dan Kendala Operasional

Hingga Rabu (23/9) pukul 16.50 Wita, petugas di lapangan melaporkan bahwa masih terdapat satu titik api yang aktif. Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTB, Sadimin, menyatakan bahwa kondisi medan yang berat dan jarak tempuh yang jauh dari akses utama menjadi hambatan signifikan dalam proses pemadaman. Tim gabungan yang diterjunkan terdiri dari BPBD Provinsi NTB, Balai TNGR, BPBD Lombok Utara, TNI, Polri, Manggala Agni, dan Masyarakat Peduli Api (MPA). Untuk mempercepat penanganan, pada Kamis (24/9) akan dilakukan penambahan personel yang mencakup:

  • Empat orang Dalkarhut (Pengendali Kebakaran Hutan)
  • Tiga anggota Masyarakat Peduli Api (MPA)
  • Dua personel Manggala Agni
  • Dua petugas TNGR

Penambahan personel ini diharapkan dapat memperkuat upaya pemadaman dan mencegah meluasnya area terdampak. Selain itu, koordinasi lintas sektor terus diperkuat untuk memastikan operasi pemadaman berjalan efektif. Faktor cuaca dan angin kencang di wilayah perbukitan juga menjadi perhatian karena dapat mempercepat penyebaran api, terutama pada vegetasi ilalang yang kering.

Penyelidikan Penyebab dan Koordinasi Lintas Sektor

Saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak berwenang. Koordinasi lintas sektor terus diperkuat untuk memastikan pemadaman berjalan efektif dan mencegah meluasnya area terdampak. BPBD Provinsi NTB bersama Balai TNGR dan aparat keamanan setempat terus memantau perkembangan situasi. Data dari lapangan menunjukkan bahwa area terbakar didominasi oleh padang ilalang, yang memiliki karakteristik mudah terbakar dan cepat menjalar, terutama pada musim kemarau. Pemerintah Kabupaten Lombok Utara juga telah mengaktifkan posko darurat di tingkat kecamatan untuk mempercepat respons terhadap karhutla di wilayah penyangga TNGR.

Sebagai catatan strategis untuk pemerintah daerah Kabupaten Lombok Utara, diperlukan penguatan sistem peringatan dini dan patroli rutin di kawasan rawan karhutla, khususnya di zona penyangga TNGR. Selain itu, peningkatan kapasitas Masyarakat Peduli Api (MPA) dan penyediaan sarana pemadaman di lokasi terpencil menjadi rekomendasi penting untuk mengurangi risiko kebakaran di masa mendatang. Kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan pengelola kawasan konservasi harus terus dioptimalkan guna menjaga kelestarian ekosistem TNGR. Evaluasi terhadap aksesibilitas jalur pemadaman dan simulasi tanggap darurat secara berkala juga perlu dilakukan untuk meminimalkan dampak karhutla di masa depan.

Entitas dalam Berita
Tokoh: Sadimin
Organisasi: BPBD Provinsi NTB, Balai TNGR, BPBD Lombok Utara, TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api
Lokasi: Bukit Setampol, Taman Nasional Gunung Rinjani, Resor Torean, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat
Berita Terkait