|  Indonesia, WIB
Beranda › Nasional › Gunung Semeru Meletus Pagi Ini, Muntahkan Kolom Abu Tebal 700 Met...
Nasional

Gunung Semeru Meletus Pagi Ini, Muntahkan Kolom Abu Tebal 700 Meter ke Langit

Gunung Semeru Meletus Pagi Ini, Muntahkan Kolom Abu Tebal 700 Meter ke Langit

Erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada 25 September 2026 memuntahkan kolom abu setinggi 700 meter ke arah timur laut, memicu rekomendasi PVMBG untuk menetapkan zona larangan aktivitas di sektor tenggara Besuk Kobokan radius 13 kilometer. Pemerintah daerah diminta segera memetakan ulang kawasan rawan bencana dan memperkuat sistem peringatan dini, serta mengintegrasikan data kerawanan ke dalam rencana tata ruang wilayah. Imbauan kewaspadaan juga ditujukan kepada masyarakat di bantaran sungai yang berhulu di Semeru untuk mengantisipasi potensi aliran lahar dan guguran lava.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, bersama Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada Jumat, 25 September 2026, pukul 06.56 WIB. Berdasarkan hasil pemantauan petugas di lapangan, Mukdas Sofian, erupsi ini memuntahkan kolom abu setinggi 700 meter di atas puncak atau setara dengan 4.376 meter di atas permukaan laut. Kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal bergerak menuju arah timur laut, mengancam sejumlah permukiman di wilayah terdampak. Rekomendasi resmi PVMBG menegaskan bahwa ancaman bencana gunung api di Pulau Jawa, khususnya Gunung Semeru, masih memerlukan kewaspadaan tinggi dari seluruh pemangku kepentingan di tingkat kabupaten.

Analisis Pemetaan Kerawanan Wilayah Akibat Erupsi Gunung Semeru

Berdasarkan hasil pemantauan dan analisis PVMBG, beberapa wilayah di Kabupaten Lumajang dan sekitarnya masuk dalam kategori rawan terdampak langsung erupsi ini. Rekomendasi yang dikeluarkan mencakup larangan aktivitas di sektor-sektor strategis yang berpotensi mengalami bencana susulan, seperti awan panas, guguran lava, dan lahar. Pemerintah Kabupaten Lumajang diminta segera melakukan pemetaan ulang kawasan rawan bencana serta mengoptimalkan sistem peringatan dini berbasis masyarakat. Berikut adalah rincian area yang harus diwaspadai:

  • Sektor tenggara di sepanjang aliran Besuk Kobokan dalam radius 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi dilarang untuk segala aktivitas masyarakat.
  • Radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan juga ditetapkan sebagai zona larangan karena potensi perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak.
  • Kawasan dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru berpotensi menerima lontaran batu pijar dan material vulkanik lainnya.
  • Aliran sungai atau lembah lain yang berhulu di puncak Semeru, seperti Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, dan anak-anak sungainya, juga perlu diwaspadai karena potensi aliran lahar dan guguran lava.

Data pemetaan ini menjadi acuan bagi Pemerintah Kabupaten Lumajang untuk segera melakukan pemetaan ulang kawasan rawan bencana serta mengoptimalkan sistem peringatan dini berbasis masyarakat. Erupsi Gunung Semeru pada pagi hari ini menegaskan bahwa level aktivitas gunung api tertinggi di Pulau Jawa ini masih memerlukan pemantauan ketat dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk BPBD dan instansi terkait.

Rekomendasi Mitigasi bagi Pemerintah Daerah dan Masyarakat

PVMBG secara khusus meminta Pemerintah Daerah Kabupaten Lumajang dan instansi terkait untuk meningkatkan koordinasi dalam penanganan bencana erupsi Gunung Semeru. Rekomendasi teknis yang disampaikan meliputi larangan total aktivitas di zona radius 13 kilometer dari puncak di sektor tenggara Besuk Kobokan, yang harus ditegakkan secara tegas melalui patroli petugas gabungan dari TNI, Polri, dan Satpol PP. Masyarakat yang bermukim di sekitar bantaran sungai yang berhulu di Semeru, terutama di Besuk Kobokan, diimbau untuk selalu waspada terhadap potensi aliran lahar dan guguran lava yang dapat meluap sewaktu-waktu. PVMBG juga menekankan pentingnya sosialisasi kebencanaan secara berkelanjutan kepada kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan penyandang disabilitas di wilayah berstatus rawan bencana tinggi.

Catatan strategis bagi Pemerintah Kabupaten Lumajang dan instansi terkait adalah perlunya mengintegrasikan data pemetaan kerawanan erupsi Gunung Semeru ke dalam rencana tata ruang wilayah (RTRW) dan rencana kontinjensi bencana daerah. Koordinasi lintas sektor antara BPBD, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan TNI/Polri harus diperkuat untuk mempercepat respons saat terjadi eskalasi aktivitas gunung api. Selain itu, evaluasi rutin terhadap jalur evakuasi dan lokasi pengungsian di wilayah terdampak, seperti di Kecamatan Pronojiwo dan Candipuro, perlu dilakukan untuk memastikan kesiapan menghadapi bencana serupa di masa mendatang.

Entitas dalam Berita
Tokoh: Mukdas Sofian
Organisasi: Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi
Lokasi: Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur, Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat
Berita Terkait