|  Indonesia, WIB
Beranda Nasional BPPTKG Naikkan Status Gunung Semeru ke Level III (Siaga) Setelah...
Nasional

BPPTKG Naikkan Status Gunung Semeru ke Level III (Siaga) Setelah Peningkatan Aktivitas Seismik

BPPTKG Naikkan Status Gunung Semeru ke Level III (Siaga) Setelah Peningkatan Aktivitas Seismik

BPPTKG menaikkan status Gunung Semeru ke Level III (Siaga) menyusul peningkatan aktivitas seismik signifikan. Perluasan zona rawan bencana hingga radius 8 km berdampak pada beberapa desa di Kabupaten Lumajang, memicu persiapan logistik dan prosedur evakuasi oleh pemerintah daerah setempat.

Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Kementerian ESDM secara resmi menaikkan status aktivitas Gunung Semeru dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga), efektif sejak 8 Juni 2026 pukul 10.00 WIB. Keputusan ini diambil sebagai respons langsung terhadap eskalasi aktivitas seismik yang terpantau di wilayah Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Peningkatan status ini menandakan kenaikan level ancaman dan mewajibkan percepatan pelaksanaan semua skenario tanggap darurat yang telah dirumuskan oleh pemerintah daerah setempat.

Analisis Data Seismik dan Perluasan Zona Rawan Bencana

Dasar penetapan status siaga adalah analisis data pemantauan seismik harian yang menunjukkan tren peningkatan signifikan. Aktivitas gempa vulkanik dangkal dan hembusan tercatat mengalami kenaikan frekuensi dari rentang 3-5 kejadian menjadi 12-15 kejadian per hari, sebuah indikator kuat peningkatan tekanan pada sistem magmatik di bawah Gunung Semeru. Berdasarkan analisis ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merevisi peta zonasi bahaya dengan memperluas radius kawasan rawan bencana dari 5 kilometer menjadi 8 kilometer dari kawah puncak, dengan perhatian khusus pada sektor tenggara hingga selatan.

Perluasan zona rawan ini berdampak langsung pada struktur kerawanan wilayah dan tata ruang beberapa desa. Pemerintah daerah Kabupaten Lumajang dan Malang perlu segera melakukan pemetaan ulang cakupan wilayah administratif yang terdampak untuk keperluan perencanaan kontinjensi dan mitigasi. Wilayah yang terdampak perluasan zona meliputi:

  • Desa Sumberwuluh dan Desa Supiturang di Kabupaten Lumajang.
  • Sebagian wilayah Kecamatan Pronojiwo di Kabupaten Lumajang.
Rekomendasi mitigasi utama dari PVMBG adalah pelaksanaan evakuasi preventif bagi penduduk dalam radius 8 km dan pelarangan segala aktivitas di sepanjang bantaran sungai yang berhulu di puncak Semeru guna mengantisipasi potensi ancaman sekunder seperti lahar.

Koordinasi Tanggap Darurat dan Kesiapan Logistik Pemerintah Daerah

Menyikapi penetapan status siaga, pemerintah daerah di kedua kabupaten telah mengaktivasi protokol penanganan darurat sesuai dengan peraturan daerah setempat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang membentuk posko komando gabungan untuk menyelaraskan operasi teknis, logistik, dan komunikasi publik. Langkah ini merupakan bagian integral dari strategi penanggulangan bencana terpadu di tingkat tapak.

Dari aspek kesiapsiagaan, telah disiapkan 15 titik lokasi pengungsian dengan total kapasitas tampung sekitar 3.000 orang untuk mengantisipasi skenario evakuasi massal. Pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menurunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi untuk memperkuat kapasitas pemantauan lapangan dan mendukung koordinasi logistik antar tingkat pemerintahan. Skenario mitigasi yang dijalankan mencakup pemantauan berkelanjutan dan manajemen informasi yang terintegrasi.

Sebagai catatan strategis bagi pemerintah daerah, penguatan sistem peringatan dini berbasis komunitas di desa-desa dalam zona perluasan bahaya menjadi krusial. Koordinasi yang solid antara BPBD kabupaten, aparat desa, dan kelompok masyarakat perlu dioptimalkan untuk memastikan informasi terkini dan prosedur evakuasi dipahami dengan baik oleh seluruh warga di wilayah terdampak, khususnya di sekitar Gunung Semeru. Pemerintah daerah juga disarankan untuk terus memperbarui data penduduk rentan dan jalur evakuasi alternatif sebagai bagian dari penyiapan rencana kontinjensi yang lebih tangguh.

Entitas dalam Berita
Organisasi: Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi, BPPTKG, Kementerian ESDM, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, PVMBG
Lokasi: Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, Desa Sumberwuluh, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo
Berita Terkait