|  Indonesia, WIB
Beranda Regional BNPB Siagakan Pasukan di Wilayah Rawan Banjir Rob Jawa Timur
Regional

BNPB Siagakan Pasukan di Wilayah Rawan Banjir Rob Jawa Timur

BNPB Siagakan Pasukan di Wilayah Rawan Banjir Rob Jawa Timur

BNPB menyiagakan pasukan dan meningkatkan kewaspadaan di wilayah pesisir Jawa Timur menyusul peringatan dini BMKG terkait potensi banjir rob akibat fenomena pasang maksimum pada Juni 2026. Kabupaten Tuban, Lamongan, dan Gresik menjadi fokus utama dengan penyiapan posko dan satgas di titik-titik rawan. Koordinasi intensif dengan BPBD dan pemerintah daerah dilakukan untuk memastikan kesiapan alat peringatan dini, jalur evakuasi, serta upaya penguatan tanggul pantai secara darurat.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menginstruksikan peningkatan status kewaspadaan dan penyiapan pasukan penanggulangan bencana di wilayah pesisir Provinsi Jawa Timur yang masuk dalam kategori rawan banjir rob. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap peringatan dini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Kelas II Tanjung Perak Surabaya, yang memprediksi terjadinya fenomena pasang air laut maksimum pada periode 12 hingga 18 Juni 2026. Ketinggian pasang diperkirakan mencapai 120 hingga 140 sentimeter di atas rata-rata permukaan laut, dengan potensi genangan di daratan antara 10 hingga 30 sentimeter.

Pemetaan Titik Rawan dan Penyebaran Pasukan Penanggulangan

Berdasarkan data pemantauan dan koordinasi dengan pemerintah daerah, BNPB telah memetakan sejumlah kabupaten sebagai zona prioritas penanganan. Wilayah-wilayah yang menjadi fokus perhatian khusus meliputi:

  • Kabupaten Tuban, terutama di Kecamatan Bancar
  • Kabupaten Lamongan, dengan titik kerawanan di Kecamatan Brondong
  • Kabupaten Gresik dan wilayah sekitar Pelabuhan Tanjung Perak di Kota Surabaya

Menurut penjelasan Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, satuan tugas gabungan telah disiagakan di lokasi-lokasi tersebut untuk mempercepat respons terhadap potensi genangan. Posko komando darurat juga telah dibentuk untuk memantau perkembangan situasi dan mengkoordinasikan evakuasi apabila diperlukan.

Koordinasi Antar-Lembaga dan Kesiapan Infrastruktur

BNPB melakukan koordinasi intensif dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur serta BPBD kabupaten-kabupaten terdampak guna menyelaraskan strategi mitigasi. Langkah-langkah teknis yang telah dipersiapkan mencakup pemastian operasional alat peringatan dini, penyiapan unit pompa air portabel, dan peninjauan ulang terhadap kelayakan jalur evakuasi di sepanjang kawasan pesisir. Upaya penguatan tanggul pantai secara darurat juga telah dilaksanakan di sejumlah titik yang dinilai kritis berdasarkan hasil pemetaan kerentanan oleh tim teknis gabungan.

Langkah-langkah antisipasi ini diharapkan dapat meminimalisir gangguan terhadap aktivitas ekonomi strategis di wilayah pesisir, seperti operasional bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Perak, produksi pada tambak garam rakyat, serta mobilitas harian masyarakat. BNPB dan pemerintah daerah setempat terus mengimbau warga untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta senantiasa mengikuti arahan dan informasi resmi dari pihak berwenang.

Untuk meningkatkan ketahanan wilayah dalam jangka panjang, pemerintah daerah terkait disarankan untuk mempercepat penyusunan atau revisi dokumen rencana kontinjensi penanggulangan banjir rob berbasis data pemetaan kerawanan terbaru. Integrasi sistem peringatan dini BMKG ke dalam protokol komunikasi darurat daerah menjadi aspek kritis yang perlu diperkuat. Selain itu, pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur pertahanan pantai, seperti tanggul dan sistem drainase, harus menjadi prioritas dalam anggaran pembangunan daerah, khususnya bagi kabupaten-kabupaten dengan garis pantai yang panjang dan berpotensi terdampak fenomena pasang maksimum.

Berita Terkait