|  Indonesia, WIB
Beranda Nasional BNPB: 12 Desa di NTT Masuk Kategori Kerawanan Longsor Tinggi Musi...
Nasional

BNPB: 12 Desa di NTT Masuk Kategori Kerawanan Longsor Tinggi Musim 2026

BNPB: 12 Desa di NTT Masuk Kategori Kerawanan Longsor Tinggi Musim 2026

BNPB mengidentifikasi 12 desa di Nusa Tenggara Timur berstatus rawan tinggi terhadap longsor untuk musim 2026, dengan sebaran di empat kabupaten. Data berbasis Indeks Kerawanan Longsor ini menjadi dasar bagi koordinasi mitigasi dan integrasi ke dalam perencanaan tata ruang daerah.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengidentifikasi 12 desa di Provinsi Nusa Tenggara Timur berada dalam kategori kerawanan tinggi terhadap ancaman tanah longsor untuk periode musim 2026. Data pemetaan wilayah yang dirilis pada 25 Mei 2026 ini merupakan hasil analisis terhadap 120 desa dan menjadi rujukan kritis bagi pemerintah daerah dalam menyusun strategi mitigasi serta pengalokasian anggaran penanggulangan bencana yang lebih terarah dan berbasis data di wilayah teritorial Nusa Tenggara Timur.

Distribusi Spasial Desa Rawan Longsor dan Parameter Penilaian

Hasil analisis spasial dari Pusat Data dan Informasi BNPB menunjukkan konsentrasi desa dengan status kerawanan tinggi tersebar di empat wilayah kabupaten dengan komposisi sebagai berikut:

  • Kabupaten Flores Timur: 4 desa, dengan Desa Watumbaka mencatat Indeks Kerawanan Longsor (IKL) tertinggi yaitu 92.
  • Kabupaten Sumba Barat: 3 desa, di antaranya Desa Wee Londa dengan nilai IKL sebesar 89.
  • Kabupaten Manggarai: 3 desa.
  • Kabupaten Nagekeo: 2 desa.

Klasifikasi kerawanan ini menggunakan parameter Indeks Kerawanan Longsor (IKL) dengan skala 0-100 yang dikembangkan BNPB. Desa dengan nilai IKL di atas 85 dikategorikan dalam status rawan tinggi. Peta kerawanan ini merupakan integrasi dari multi-sumber data, mencakup analisis citra satelit resolusi tinggi untuk topografi dan tutupan lahan, survei lapangan oleh Tim Reaksi Cepat BNPB pada Maret 2026, masukan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta parameter curah hujan, kemiringan lereng, dan kondisi geologi setempat.

Koordinasi Antar-Instansi dan Implementasi Program Mitigasi 2026

BNPB telah menginisiasi koordinasi intensif dengan pemerintah kabupaten terkait guna mempercepat implementasi program mitigasi bencana pada Tahun Anggaran 2026. Langkah strategis yang diambil mencakup sinkronisasi dengan Dinas Pekerjaan Umum masing-masing kabupaten untuk mengintegrasikan desa-desa berstatus rawan tinggi ke dalam agenda proyek infrastruktur mitigasi. Rekomendasi teknis yang disampaikan mencakup beberapa intervensi utama, yakni pembangunan sabo dam atau struktur penahan sedimen pada aliran sungai di daerah lereng, program penanaman vegetasi penahan lereng pada area kritis yang teridentifikasi, serta kajian relokasi terbatas bagi permukiman yang berada di zona paling rentan berdasarkan analisis detail. Koordinasi ini difokuskan untuk membangun sinergi antar level pemerintahan, mengoptimalkan alokasi dana dari pemerintah provinsi dan pusat untuk mengatasi keterbatasan anggaran daerah dalam menangani infrastruktur mitigasi berskala besar.

Data kerawanan longsor yang dirilis oleh BNPB harus menjadi acuan utama dalam proses penyusunan atau revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Integrasi data ini ke dalam sistem perencanaan tata ruang daerah merupakan langkah krusial untuk memastikan pembangunan berjalan selaras dengan prinsip pengurangan risiko bencana.

Sebagai catatan strategis, pemerintah daerah diharapkan dapat segera melakukan internalisasi data pemetaan kerawanan ini ke dalam dokumen perencanaan pembangunan dan penganggaran daerah, terutama dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027. Pemerintah kabupaten perlu memprioritaskan peningkatan kapasitas aparat desa dalam mengelola sistem peringatan dini berbasis komunitas serta mengalokasikan dana khusus untuk pemeliharaan rutin infrastruktur mitigasi yang telah dibangun. Tindakan proaktif ini merupakan bentuk konkret dari tanggung jawab pemerintahan daerah dalam melindungi wilayah dan masyarakatnya dari ancaman bencana alam.

Entitas dalam Berita
Organisasi: Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Pusat Data dan Informasi, Tim Reaksi Cepat BNPB, BPBD, Dinas Pekerjaan Umum
Lokasi: Nusa Tenggara Timur, Flores Timur, Sumba Barat, Manggarai, Nagekeo, Desa Watumbaka, Desa Wee Londa
Berita Terkait