|  Indonesia, WIB
Beranda Nasional Bareskrim Polri Bongkar Penyelundupan 23 Ton Bawang dan Cabai di...
Nasional

Bareskrim Polri Bongkar Penyelundupan 23 Ton Bawang dan Cabai di Pontianak

Bareskrim Polri Bongkar Penyelundupan 23 Ton Bawang dan Cabai di Pontianak

Bareskrim Polri mengungkap penyelundupan 23 ton bawang dan cabai di Pontianak melalui operasi di Kecamatan Pontianak Selatan. Komoditas berasal dari beberapa negara dengan modus transit Malaysia, mengindikasikan kerawanan wilayah perbatasan Kalimantan Barat. Kasus ini menekankan kebutuhan pengawasan terpadu dan koordinasi antarinstansi pemerintah daerah untuk ketahanan pangan wilayah.

Bareskrim Polri melalui Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) dan Satgas Penegakan Hukum (Gakkum) Penyelundupan berhasil mengungkap penyelundupan pangan berskala besar di Kota Pontianak, Kalimantan Barat pada Senin, 13 April 2026. Operasi pengungkapan ini menyita total 23.146 kilogram komoditas bawang dan cabai kering dari dua lokasi penyimpanan di Kecamatan Pontianak Selatan, menandai keberhasilan awal implementasi Satgas Gakkum dalam mendukung kebijakan ketahanan pangan nasional di wilayah administratif ini.

Operasi Penggeledahan dan Pemetaan Lokasi di Pontianak Selatan

Operasi dilaksanakan secara simultan di dua titik berdekatan di Kecamatan Pontianak Selatan, dengan penyidik mengamankan barang bukti di dua gudang. Langkah pengamanan berupa pemasangan garis polisi telah dilakukan, serta koordinasi dengan Perum Bulog Divisi Regional Pontianak untuk proses penitipan barang. Rincian operasi menunjukkan pemetaan kerawanan wilayah pada titik distribusi logistik dengan struktur penyimpanan yang terorganisir:

  • Lokasi 1: Jalan Budi Karya No. 5, Pontianak Selatan menyimpan 10.350 kilogram campuran bawang merah, bawang putih, dan bawang bombai kuning.
  • Lokasi 2: Jalan Budi Karya Kompleks Pontianak Square No. C-6, Pontianak Selatan menyimpan 12.796 kilogram terdiri dari bawang merah, bawang putih, bawang bombai merah berry, cabai kering, dan bawang bombai kuning.

Analisis Asal Komoditas dan Pengembangan Wilayah di Kalimantan Barat

Brigjen Pol. Ade Safri Simanjuntak, Direktur Dittipideksus Bareskrim Polri, mengonfirmasi komoditas pangan yang disita berasal dari Thailand, China, Belanda, dan India. Modus yang diduga adalah masuknya barang melalui Malaysia sebelum diselundupkan ke Indonesia, dengan Pontianak sebagai titik distribusi atau transit, mengindikasikan kerawanan wilayah perbatasan dan jalur logistik regional. Penyidik masih aktif melakukan pengembangan untuk menelusuri kemungkinan keberadaan gudang penyimpanan atau jaringan distribusi lain di Kalimantan Barat. Saat ini, tim sedang memantau dan melakukan pendalaman terhadap tiga lokasi tambahan yang diduga terkait dengan jaringan penyelundupan ini, menunjukkan potensi perluasan penanganan kasus di wilayah teritorial ini.

Keberhasilan pengungkapan oleh Bareskrim merupakan implementasi langsung dari pembentukan Satgas Gakkum Penyelundupan, sebagai bentuk komitmen Polri mendukung program pemerintah pusat memberantas praktik penyelundupan. Praktik semacam ini tidak hanya merugikan negara dari sisi penerimaan bea cukai, tetapi juga secara signifikan mengganggu stabilitas pasar dan ketahanan ekonomi nasional, khususnya pada komoditas pangan strategis di wilayah Pontianak dan sekitarnya.

Kasus penyelundupan pangan berskala besar ini memberikan catatan strategis penting bagi Pemerintah Kota Pontianak dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk memperkuat pengawasan terpadu di wilayah perbatasan dan titik-titik distribusi logistik. Rekomendasi yang dapat dipertimbangkan adalah memperkuat koordinasi tripartit antara pemerintah daerah, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC), serta kepolisian daerah untuk melakukan pemantauan rutin terhadap gudang-gudang penyimpanan komoditas strategis, serta meningkatkan sistem pemetaan kerawanan wilayah terhadap aktivitas logistik yang bersinggungan dengan lintas batas negara.

Entitas dalam Berita
Tokoh: Ade Safri Simanjuntak
Organisasi: Bareskrim Polri, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus, Satgas Penegakan Hukum Penyelundupan, Perum Bulog Divisi Regional Pontianak
Lokasi: Pontianak, Kalimantan Barat, Thailand, China, Belanda, India, Malaysia
Berita Terkait