|  Indonesia, WIB
Beranda Regional Banjir Kepung 2 Kabupaten Sultra, Kolaka Timur Tetapkan Status Da...
Regional

Banjir Kepung 2 Kabupaten Sultra, Kolaka Timur Tetapkan Status Darurat

Banjir Kepung 2 Kabupaten Sultra, Kolaka Timur Tetapkan Status Darurat

Pemerintah Kabupaten Kolaka Timur menetapkan status darurat bencana banjir selama 14 hari di 12 kecamatan, menyusul kondisi yang mengancam kehidupan masyarakat. Bencana hidrometeorologi ini juga berdampak luas di Kabupaten Kolaka, dengan kerusakan pada ratusan rumah, fasilitas pendidikan, dan lahan pertanian. BMKG mengeluarkan peringatan cuaca ekstrem, menegaskan pentingnya kesiapsiagaan di wilayah Sulawesi Tenggara.

Bencana hidrometeorologi berupa banjir dan tanah longsor telah menyebabkan pemerintah Kabupaten Kolaka Timur menetapkan status keadaan darurat bencana di wilayahnya selama 14 hari, terhitung mulai 8 hingga 22 Mei 2026. Penetapan tersebut, yang tertuang dalam Keputusan Bupati Kolaka Timur Nomor 100.3.3.2/128 Tahun 2026, dilakukan menyusul kondisi yang mengancam kehidupan masyarakat. Tidak hanya Kolaka Timur, Kabupaten Kolaka juga mengalami dampak serius dari bencana yang melanda dua wilayah administratif utama di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Analisis Kondisi Kerawanan Wilayah di Kolaka Timur dan Kolaka

Status keadaan darurat ditetapkan secara spesifik untuk 12 kecamatan di Kabupaten Kolaka Timur. Wilayah tersebut mencakup Lambandia, Aere, Poli Polia, Dangia, Ladongi, Loea, Tirawuta, Lalolae, Tinondo, Mowewe, Uluiwoi, dan Ueesi. Sebagaimana dijelaskan oleh Plt. Bupati Kolaka Timur, Yosep Sahaka, penetapan ini merupakan respons terhadap kerawanan wilayah yang telah nyata mengganggu kehidupan masyarakat di daerah terdampak. Di Kabupaten Kolaka, kerawanan wilayah terlihat pada dampak yang meluas. Banjir telah berdampak pada 587 unit rumah warga yang tersebar di 9 kelurahan di tiga kecamatan:

  • Latambaga
  • Pomalaa
  • Samaturu
Selain itu, kejadian tanah longsor tercatat di Kelurahan Laloeha, Kecamatan Kolaka, yang menyebabkan satu unit rumah terdampak.

Dampak dan Respons Penanggulangan Bencana

Dampak bencana hidrometeorologi ini tidak hanya terbatas pada kerusakan infrastruktur perumahan. Fasilitas publik dan ekonomi masyarakat juga mengalami kerusakan signifikan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kolaka melaporkan kerusakan pada:

  • 10 unit fasilitas pendidikan
  • 23 hektare lahan sawah
  • 10,5 hektare tambak
  • 8 hektare kebun
Bencana ini dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah Sultra sejak Jumat, 8 Mei 2026, menyebabkan luapan air sungai. Saat ini, BPBD Kabupaten Kolaka telah berkoordinasi dengan lintas lembaga terkait untuk melakukan respons, termasuk mengerahkan pompa air dan pembersihan rumah warga.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem periode 9-11 Mei 2026, di mana sebagian besar wilayah Indonesia berpotensi dilanda hujan sedang hingga lebat. Peringatan ini menegaskan pentingnya pemantauan dan kesiapsiagaan di wilayah-wilayah yang secara historis memiliki indikator kerawanan tinggi terhadap bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan longsor.

Catatan strategis untuk pemerintah daerah, terutama di wilayah Sulawesi Tenggara, adalah untuk memperkuat sistem pemetaan kerawanan wilayah berbasis data real-time dan historis. Upaya koordinasi lintas lembaga, seperti yang telah dilakukan BPBD Kolaka, perlu didukung dengan optimalisasi penggunaan teknologi pemantauan cuaca dan hidrologi. Selain itu, pemerintah daerah harus memastikan kesiapan personel, peralatan, serta protokol evakuasi yang jelas dan dipahami masyarakat di setiap wilayah administrasi yang masuk dalam kategori rawan bencana. Pembelajaran dari penanggulangan bencana di Kolaka dan Kolaka Timur ini dapat menjadi basis untuk memperkuat kebijakan mitigasi bencana di seluruh provinsi.

Entitas dalam Berita
Tokoh: Yosep Sahaka
Organisasi: BPBD Kabupaten Kolaka, BMKG
Lokasi: Sulawesi Tenggara, Kolaka, Kolaka Timur, Lambandia, Aere, Poli Polia, Dangia, Ladongi, Loea, Tirawuta, Lalolae, Tinondo, Mowewe, Uluiwoi, Ueesi, Latambaga, Pomalaa, Samaturu, Laloeha
Berita Terkait