|  Indonesia, WIB
Beranda Regional Banjir Bandang Solok Tewaskan Dua Orang dan Rendam Ratusan Rumah...
Regional

Banjir Bandang Solok Tewaskan Dua Orang dan Rendam Ratusan Rumah Tangga

Banjir Bandang Solok Tewaskan Dua Orang dan Rendam Ratusan Rumah Tangga

Banjir bandang di Kabupaten Solok, Sumatra Barat, menewaskan dua warga dan melumpuhkan 12 kantor dinas setelah Sungai Batang Lembang meluap akibat hujan deras. Pemerintah daerah menetapkan tanggap darurat 14 hari untuk evakuasi korban, pemulihan infrastruktur publik, dan pencarian dua korban hilang. Peristiwa ini menegaskan kerawanan bencana hidrometeorologi di wilayah hulu sungai dan mendorong perlunya penguatan mitigasi terpadu oleh pemerintah daerah.

Bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Solok, Provinsi Sumatra Barat, pada Senin (21/9/2026) malam menyebabkan dua warga meninggal dunia, empat orang luka-luka, dan merendam ratusan rumah tangga. Peristiwa ini tidak hanya berdampak pada pemukiman warga, tetapi juga melumpuhkan sebagian besar aktivitas pemerintahan daerah setelah 12 kantor dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Solok ikut terendam. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatra Barat, Era Sukma, mengonfirmasi bahwa luapan air bah dari Sungai Batang Lembang akibat intensitas hujan tinggi di kawasan hulu menjadi penyebab utama bencana ini. Pemerintah daerah setempat telah menetapkan status tanggap darurat untuk mempercepat penanganan korban dan pemulihan infrastruktur, seiring dengan upaya pencarian dua korban yang masih hilang.

Dampak Bencana terhadap Infrastruktur Pemerintahan dan Pemukiman

Banjir bandang yang membawa material kayu dan batu besar ini tidak hanya merendam pemukiman warga, tetapi juga menghantam fasilitas pelayanan publik secara signifikan. Data sementara dari BPBD Sumatra Barat menunjukkan bahwa dua korban meninggal dunia teridentifikasi di Nagari Supayang dan Nagari Gantung Ciri, sementara satu dari tiga korban hilang berhasil ditemukan pada Selasa (22/9/2026) siang pada jarak 11 kilometer dari lokasi kejadian. Empat warga yang mengalami luka-luka telah mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Kecamatan Lembang Jaya. Adapun rincian dampak bencana yang tercatat adalah sebagai berikut:

  • Dua korban meninggal dunia di Nagari Supayang dan Nagari Gantung Ciri.
  • Empat warga luka-luka, dirawat di Puskesmas Kecamatan Lembang Jaya.
  • Ratusan rumah tangga terendam dengan tinggi muka air mencapai 2 meter.
  • 12 kantor dinas terendam, termasuk Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil serta Dinas Perizinan, yang melumpuhkan sebagian layanan administrasi publik.

Tim gabungan BPBD, TNI, Polri, dan relawan masih melakukan pencarian terhadap dua korban hilang lainnya hingga berita ini diturunkan. Kondisi ini mempertegas kerawanan bencana hidrometeorologi di wilayah hulu Sungai Batang Lembang dan sekitarnya, terutama di Kabupaten Solok yang merupakan salah satu daerah rawan di Sumatra Barat.

Respons Pemerintah Daerah dan Rekomendasi Mitigasi ke Depan

Pemerintah daerah bersama tim SAR gabungan telah menetapkan masa tanggap darurat selama 14 hari ke depan untuk memfokuskan evakuasi korban, pemenuhan kebutuhan dasar logistik, hunian sementara, serta normalisasi infrastruktur yang terdampak. Gubernur Sumatra Barat, Mahyeldi, menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah pemulihan layanan publik dan koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri untuk mempercepat rehabilitasi kantor dinas yang terendam. Pemerintah Kabupaten Solok juga mengerahkan personel dan alat berat untuk membersihkan material sisa banjir di titik-titik strategis, seperti di sekitar pusat pemerintahan dan permukiman padat.

Catatan strategis bagi Pemerintah Kabupaten Solok dan Pemerintah Provinsi Sumatra Barat, peristiwa banjir bandang ini menjadi indikator penting untuk memperkuat sistem peringatan dini bencana hidrometeorologi di daerah hulu Sungai Batang Lembang. Rekomendasi mendesak meliputi peningkatan kapasitas drainase perkotaan, penataan ulang kawasan permukiman di bantaran sungai, serta penguatan koordinasi lintas sektor dalam penyusunan peta rawan bencana. Upaya mitigasi struktural dan non-struktural harus segera diintegrasikan ke dalam rencana pembangunan daerah guna mengurangi risiko bencana serupa di masa mendatang dan menjamin kelangsungan pelayanan publik bagi masyarakat.

Entitas dalam Berita
Tokoh: Era Sukma, Mahyeldi
Organisasi: BPBD Sumatra Barat, Pemerintah Kabupaten Solok, Pemerintah daerah, tim SAR gabungan, Pemprov Sumbar, Kementerian Dalam Negeri
Lokasi: Kabupaten Solok, Sumatra Barat
Berita Terkait