|  Indonesia, WIB
Beranda Regional Banjir Bandang dan Longsor Landa Sembilan Kecamatan di Lumajang,...
Regional

Banjir Bandang dan Longsor Landa Sembilan Kecamatan di Lumajang, 2 Tewas

Banjir Bandang dan Longsor Landa Sembilan Kecamatan di Lumajang, 2 Tewas

Status tanggap darurat ditetapkan oleh BPBD Kabupaten Lumajang akibat banjir bandang dan longsor yang melanda sembilan kecamatan pada Mei 2024, menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur signifikan. Respons operasional melibatkan koordinasi multi-lembaga untuk evakuasi dan pemulihan, namun potensi bencana susulan tetap tinggi. Kejadian ini menegaskan kebutuhan evaluasi mendalam dan penguatan sistem mitigasi berbasis komunitas di kawasan lereng Gunung Semeru.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur, menetapkan status tanggap darurat menyusul kejadian banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sembilan kecamatan pada periode 16 hingga 17 Mei 2024. Bencana hidrometeorologis ini menyebabkan dua korban jiwa meninggal dunia dan kerusakan infrastruktur yang signifikan, mempertegas status kerawanan wilayah lereng Gunung Semeru terhadap ancaman ekstrem.

Wilayah Administratif Terdampak dan Penyebab Utama Bencana

Kejadian bencana di Kabupaten Lumajang berdampak pada sembilan wilayah administratif kecamatan. Berdasarkan data BPBD Lumajang, wilayah terdampak utama meliputi:

  • Kecamatan Pasrujambe
  • Kecamatan Pronojiwo
  • Kecamatan Tempursari
  • Kecamatan Candipuro
  • Kecamatan Senduro

Laporan lapangan juga menyebutkan kerusakan pada empat kecamatan lain akibat aliran material lanjutan. Penyebab utama banjir bandang dan longsor adalah intensitas curah hujan tinggi dan terus-menerus di wilayah hulu, khususnya di kawasan Lereng Gunung Semeru. Aliran air bah yang deras membawa material vulkanik, lumpur, kayu, dan batuan besar, menyebabkan kerusakan pada fasilitas publik dan permukiman warga.

Dampak Kerusakan Infrastruktur dan Respons Operasional Pemda

Dampak bencana terhadap infrastruktur di Kabupaten Lumajang cukup luas dan mengganggu konektivitas. Ruas jalan poros utama mengalami kerusakan parah akibat tertimbun material longsor dan genangan air dalam. Jembatan, saluran irigasi, rumah warga, serta lahan pertanian juga rusak tertimbun atau tersapu material, menghambat akses logistik dan evakuasi. Menanggapi situasi, Pemerintah Kabupaten Lumajang telah mempercepat mekanisme koordinasi, penanganan korban, dan pemulihan infrastruktur publik vital melalui penetapan status tanggap darurat.

BPBD Lumajang, dengan dukungan unsur TNI, Polri, dan relawan terlatih, melakukan operasi gabungan meliputi evakuasi, pencarian, dan pendistribusian bantuan logistik darurat ke posko pengungsian. Analisis kondisi lapangan mengidentifikasi potensi ancaman bencana susulan, seperti banjir bandang sekunder atau longsor tambahan, terutama jika intensitas hujan tetap tinggi. Pemerintah daerah melalui saluran resmi mengimbau masyarakat, khususnya di daerah rawan berbukit dan aliran sungai, untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti arahan petugas.

Kejadian bencana banjir bandang dan longsor ini di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mengindikasikan perlunya evaluasi mendalam dan penguatan sistem peringatan dini berbasis komunitas di sembilan kecamatan terdampak. Koordinasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD), terutama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang serta Dinas Lingkungan Hidup, harus dioptimalkan untuk mitigasi struktural dan non-struktural di kawasan rawan lereng Gunung Semeru.

Entitas dalam Berita
Organisasi: Badan Penanggulangan Bencana Daerah Lumajang, BPBD Lumajang, TNI, Polri
Lokasi: Lumajang, Jawa Timur, Pasrujambe, Pronojiwo, Tempursari, Candipuro, Senduro, Gunung Semeru
Berita Terkait