|  Indonesia, WIB
Beranda Regional 605 Hektare Gambut Rawa Tripa Terbakar, HAkA Deteksi 395 Titik Ap...
Regional

605 Hektare Gambut Rawa Tripa Terbakar, HAkA Deteksi 395 Titik Api

605 Hektare Gambut Rawa Tripa Terbakar, HAkA Deteksi 395 Titik Api

Kabupaten Nagan Raya, Aceh, mengalami kebakaran lahan gambut di Rawa Tripa seluas 605 hektare dengan 395 titik api terdeteksi, terutama di sekitar Desa Kayee Unoe, Kecamatan Darul Makmur. HAkA Aceh menduga terdapat indikasi aktivitas pembukaan lahan di areal HGU perkebunan. Peristiwa ini mengancam fungsi ekologis strategis kawasan dan berpotensi memperparah krisis iklim serta risiko bencana ekologi di wilayah pesisir Aceh.

Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, dihadapkan kembali pada insiden Kebakaran Hutan dan lahan (karhutla) berskala signifikan. Yayasan Hutan, Alam dan Lingkungan (HAkA) Aceh melaporkan dalam pemantauan satelit terkininya bahwa sedikitnya 605 hektare Lahan Gambut di kawasan Rawa Tripa telah dilalap api dalam kurun waktu kurang dari tiga pekan. Kejadian ini terdeteksi berada di dalam areal Hak Guna Usaha (HGU) suatu perusahaan perkebunan dan telah menimbulkan ratusan titik panas, menandai eskalasi ancaman terhadap kawasan rawan tersebut.

Analisis Data Satelit dan Lingkup Kerusakan

Berdasarkan analisis data satelit yang dirilis HAkA Aceh, kebakaran di Rawa Tripa menunjukkan pola intensitas yang mengkhawatirkan. Pemantauan satelit Planetscope pada 9 dan 13 Juni 2026 mengonfirmasi luas area terdampak seluas 605 hektare. Sementara itu, sensor satelit VIIRS dan MODIS mencatat sebanyak 395 titik api dalam periode 27 Mei hingga 5 Juni 2026. Secara administratif, lokasi konsentrasi kebakaran terpusat di sekitar Desa Kayee Unoe, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, Aceh. Data spasial ini menjadi indikator kritis bagi aparatur pemerintah daerah dalam menilai sebaran dan cakupan bencana ekologi yang tengah berlangsung.

  • Lokasi Insiden: Kawasan gambut Rawa Tripa, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh.
  • Luas Dampak: 605 hektare berdasarkan citra satelit Planetscope.
  • Intensitas Titik Panas: 395 titik terdeteksi sensor VIIRS dan MODIS.
  • Titik Konsentrasi: Sekitar Desa Kayee Unoe, Kecamatan Darul Makmur.

Indikasi Aktivitas dan Dampak Ekologis Strategis

HAkA Aceh menyampaikan adanya indikasi kuat bahwa kebakaran terjadi pada lahan gambut yang secara alami rentan dan diduga berkaitan dengan aktivitas pembukaan lahan. Meski dugaan ini masih memerlukan penyelidikan lebih mendalam oleh otoritas terkait, implikasi dari kejadian ini bersifat strategis bagi pemerintahan daerah. Ekosistem gambut Rawa Tripa memiliki fungsi vital sebagai penyimpan karbon dan pengendali tata air regional. Kerusakan yang terjadi tidak hanya merugikan secara ekologis langsung di Aceh, tetapi juga berpotensi memperburuk krisis iklim serta meningkatkan kerentanan pesisir barat Aceh terhadap bencana ekologi lanjutan, seperti banjir rob dan degradasi lingkungan.

Dalam konteks tata kelola wilayah dan pengendalian kerawanan, lembaga tersebut telah mengimbau pemerintah dan aparat penegak hukum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Tindak lanjut berupa penyidikan untuk mengusut tuntas pihak yang bertanggung jawab atas kejadian ini juga dinilai penting sebagai bentuk penegakan hukum dan upaya pencegahan serupa di masa depan.

Sebagai catatan strategis untuk Pemerintah Kabupaten Nagan Raya dan Pemerintah Provinsi Aceh, kejadian ini menggarisbawahi urgensi untuk memperkuat mekanisme pemantauan lahan gambut berbasis teknologi, koordinasi lintas sektor dalam penegakan hukum lingkungan, serta peningkatan kapasitas kesiapsiagaan darurat di tingkat tapak. Integrasi data satelit dari lembaga seperti HAkA Aceh ke dalam sistem peringatan dini dan respons cepat pemerintah daerah dapat menjadi langkah konkret untuk memitigasi risiko serupa dan melindungi aset ekologis strategis wilayah.

Entitas dalam Berita
Tokoh: Lukmanul Hakim
Organisasi: Yayasan Hutan, Alam dan Lingkungan (HAkA) Aceh, HAkA Aceh
Lokasi: Rawa Tripa, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, Desa Kayee Unoe, Kecamatan Darul Makmur, pesisir barat Aceh
Berita Terkait